Surabaya (beritajatim.com) – Dialektika Institute merilis hasil survei uang dilakukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai basis massa Nahdliyyin pada 1 – 10 September 2024, untuk mengukur elektabilitas calon wakil presiden perempuan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hasilnya, nama Yenny Wahid saat ini memiliki elektabilitas tertinggi sebesar 27,6%. Kemudian disusul Khofifah Indar Parawansa 25,4%. Nama lain yang muncul adalah Puan Maharani 14,9%, Susi Pudjiastuti 12,6%, Sri Mulyani 8,5%. Sebanyak 11% responden belum menentukan pilihan.
Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polandia mengatakan survei ini dilakukan untuk menjawab berbagai isu politik terkini. Di antaranya, untuk mencari figur Cawapres potensial sebagai pendamping Capres yang ada, sekaligus untuk menjawab keinginan warga di basis Nahdliyyin.
Baca Juga: Jumlah Penerima Bantuan Pangan di Jember Berkurang 5.644 Keluarga
“Ada sejumlah alasan yang menyebabkan nama Mbak Yenny cukup tinggi dari sisi elektabilitas dibandingkan figur lainnya. Di antaranya, merupakan representasi figur NU yang kuat, berpengalaman di politik, hingga memiliki basis pendukung,” kata Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polandia saat rilis survei di salah satu kafe di Surabaya, Senin (11/9/2023).
“Selain figur personal Mbak Yenny yang cukup kuat, Bu Khofifah juga kurang diunggulkan dalam kepemimpinan nasional karena beliau yang lebih diidentikkan untuk kembali running di pemilihan Gubernur Jawa Timur,” katanya.

Dalam survei ini, Dialektika Institute juga melakukan survei elektabilitas cawarpres simulasi pasangan. Hasilnya, jika pilpes dilaksanakan hari ini, pasangan Prabowo Subianto-Yenny Wahid memperoleh hasil 40,7%.
Sementara jika disandingkan dengan Ganjar Pranowo memeroleh hasil 32%. Lalu jika disandingkan dengan Anies Baswedan memperoleh 27,8%.
“Ketika disandingkan dengan pak Prabowo, angkanya lebih tinggi daripada ketika dia disandingkan dengan capres-capres lain, ketika disandingkan dengan pak Prabowo itu 40,7 persen,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Malang Serahkan Ratusan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga
Menurut Mheky Polanda, pertanyaan penting yang diajukan dalam survei ada tiga, yaitu: bagaimana peluang cawapres perempuan di Pilres 2024, bagaimana elektabilitas cawapres perempuan, dan bagaimana preferensi pemilih terhadap sosok pemimpin ideal dan kepemimpinan perempuan untuk Indonesia 2024-2029?
Responden laki-laki sebanyak 63% dan perempuan sebanyak 37%. Usia responden antara 17 – 30 Tahun (38,5%), 31 – 45 Tahun (47,5%) dan >45 Tahun (14%).
Mayoritas pendidikan responden adalah sarjana (17,6%) dan SMA (54,2%). Sedangkan berdasarkan tempat tinggal, sebanyak 63,4% tinggal di desa dan 36,6% di kota. [asg/ian]






