Jember (beritajatim.com) – Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan nasional tahap kedua di Kabupaten Jember, Jawa Timur berkurang 5.644 keluarga, dari 217 ribu KPM menjadi 211.356 KPM atau sekitar dua persen.
“Penurunan ini positif. Keluarga yang mampu tidak dikasih lagi. Ada peningkatan kemampuan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Hadi Sasmito, dalam pemantauan penerimaan bantuan pangan KPM Nasional kedua, di gudang Bulog Mangli, Senin,(11/9/2023).
“Apa yang dilakukan bupati dalam pengentasan kemiskinan sudah bisa dibuktikan melalui beberapa bantuan yang jumlah penerima manfaatnya terus mengalami penurunan,” kata Hadi. Penurunan itu salah satunya disebabkan koreksi data dari masyarakat termasuk melalui media sosial.
Penerima bantuan pangan mayoritas adalah perempuan. Mereka menerima 10 kilogram beras.Penyaluran berikutnya dilakukan pada Oktober dan November 2023.
Menurut Hadi, penyaluran bantuan harus tepat sasaran dan tepat waktu. “Kalau salah sasaran, yang disalahkan adalah pemerintah kabupaten. Artinya bupati dan jajarannya disalahkan, termasuk Pak Kepala Dinas Sosial. Karena Kadinsos ini yang menyajikan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” katanya.
Hadi menegaskan, penyaluran bantuan itu merupakan momentum penting untuk mengurangi problem daya beli masyarakat dan menekan inflasi. Dia meminta kepada lurah untuk berkonsultasi kepada atasan jika ada problem dalam penyaluran bantuan. “Pak lurah jangan mengambil kebijakan sendiri yang keluar dari regulasi. Camat selalu monitoring,” katanya. [wir]






