Surabaya (beritajatim.com) – Memadukan gaya hidup sehat dan kekayaan warisan budaya, Surabaya Sport Fashion Festival (SSFF) 2026 sukses menjadi pusat perhatian masyarakat Jawa Timur. Ajang bergengsi ini menghadirkan gebrakan baru di industri kreatif dengan memproyeksikan wastra Nusantara sebagai tren masa depan busana olahraga atau sportswear.
Meningkatnya kesadaran warga Surabaya terhadap pentingnya berolahraga memicu lonjakan permintaan pakaian olahraga yang tidak hanya nyaman, tetapi juga bernilai estetika. Merespons tren positif tersebut, SSFF 2026 hadir untuk menjembatani komunitas kebugaran dan ekosistem fesyen lokal di Surabaya.
Berbeda dengan citra wastra yang selama ini kental dengan nuansa busana formal, festival ini mengulas inovasi penggabungan kain tradisional dengan garmen olahraga. Para desainer lokal ditantang untuk mengaplikasikan motif batik, tenun, hingga ikat pada material berteknologi tinggi seperti dry-fit dan spandex.
“Kami ingin membawa identitas budaya lokal ke dalam rutinitas masyarakat urban yang makin aktif. Melalui panggung ini, terbukti bahwa wastra bisa sangat adaptif mengikuti perkembangan material pakaian olahraga, tentu dengan tetap mengutamakan aspek fungsionalitas,” ungkap salah satu kurator fesyen dalam sesi diskusi SSFF 2026.
Rancangan yang ditampilkan di atas runway sangat memperhatikan sisi ergonomis dan cutting yang presisi. Pendekatan desain ini memastikan setiap potongan pakaian memberikan keleluasaan gerak secara maksimal bagi penggunanya, baik untuk kebutuhan lari, senam, maupun yoga.
Lebih dari sekadar peragaan busana, gelaran yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan ternama Surabaya ini juga memanjakan pengunjung dengan berbagai aktivitas fisik. Antusiasme masyarakat terlihat saat ratusan peserta memadati area pameran untuk mengikuti sesi pound fit, lari bersama komunitas, hingga talkshow kesehatan yang diisi oleh para ahli di bidangnya.
Ke depan, inovasi fesyen olahraga berbasis budaya lokal ini diyakini mampu menjadi angin segar bagi para pengrajin wastra di seluruh wilayah Jawa Timur. Perluasan segmentasi pasar ke arah sportswear ini tidak hanya mendongkrak nilai jual kain tradisional di era modern, tetapi juga memantapkan posisi Surabaya sebagai kota pelopor tren mode yang dinamis dan inovatif. (har/beq)






