Surabaya (beritajatim.com) – Kota Surabaya kembali meneguhkan posisinya sebagai parameter utama dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Dalam ajang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Zona Integritas (ZI) Awards 2025 di Jakarta, Rabu (11/2/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil mempertahankan predikat “AA” atau “Sangat Memuaskan” dengan perolehan skor 91,83.
Capaian tersebut menempatkan Surabaya jauh di atas rata-rata nasional. Berdasarkan data evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), nilai rata-rata SAKIP untuk kementerian/lembaga berada di angka 73,61, pemerintah provinsi 69,05, dan pemerintah kabupaten/kota 64,89.
Dengan skor melampaui angka 90, Surabaya dinilai berhasil mengintegrasikan sistem perencanaan, pelaksanaan, hingga pengukuran dampak kinerja secara presisi. Dalam kesempatan itu, Menteri PANRB Rini Widyantini menyampaikan SAKIP merupakan instrumen penting dalam birokrasi modern.
“Reformasi birokrasi adalah fondasi terkuat untuk membangun negara yang lebih kuat dan berintegritas. SAKIP menjadi dasar untuk memastikan perencanaan hingga program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri PANRB.
Dia juga menyampaikan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya birokrasi yang unggul dan responsif. Menurut dia, keberhasilan reformasi tidak hanya diukur dari efektivitas anggaran, tetapi juga kualitas layanan publik.
“Presiden juga menekankan bahwa birokrasi harus responsif dan melayani. Kebutuhan masyarakat harus menjadi pusat pelaksanaan reformasi birokrasi, sehingga keberhasilannya tidak hanya diukur dari efektivitas anggaran, tetapi juga dari kualitas layanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tuturnya.
Menteri PANRB menyebut reformasi birokrasi Indonesia tengah bergerak menuju digitalisasi penuh yang ditargetkan tuntas pada 2029. Berbagai indikator tata kelola, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, disebut menunjukkan perbaikan.
“Capaian reformasi birokrasi Indonesia telah menunjukkan pengakuan di tingkat global dan nasional. Berbagai indikator tata kelola pemerintahan, termasuk efektivitas pemerintahan dan pengembangan pemerintahan digital, mencatat perbaikan yang signifikan,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang berkelanjutan. Dia menyebut konsistensi menindaklanjuti rekomendasi evaluasi menjadi faktor utama stabilitas kinerja.
“Keberhasilan Pemkot Surabaya dalam mempertahankan predikat AA pada evaluasi SAKIP 2025 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak terlepas dari konsistensi perbaikan berkelanjutan atas rekomendasi evaluasi tahun sebelumnya,” kata Wali Kota Eri.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi agar kebijakan berjalan terintegrasi. “Sehingga kinerja organisasi tidak bergerak secara parsial, melainkan dalam satu kerangka pembangunan yang koheren,” tuturnya.
Pemkot Surabaya turut mengembangkan dashboard data kinerja daerah berbasis real time untuk memantau capaian indikator. Sistem tersebut memperkuat pengendalian dan pengambilan keputusan berbasis bukti.
“Instrumen ini memperkuat fungsi pengendalian dan pengambilan keputusan berbasis bukti (evidence-based policy), sekaligus meningkatkan akuntabilitas vertikal kepada pimpinan daerah,” terangnya.
Wali Kota Eri menegaskan tujuan akhir SAKIP adalah kesejahteraan rakyat melalui intervensi yang tepat sasaran. “Dengan pendekatan ini, kebijakan tidak lagi bersifat agregatif semata, tetapi mampu mengidentifikasi individu dan keluarga yang benar-benar membutuhkan intervensi. Akibatnya, bantuan sosial dan program pemberdayaan menjadi semakin terarah, presisi, dan berdampak langsung,” paparnya.
Dia menambahkan visi Surabaya adalah menjadi kota dunia dengan standar internasional. “Dengan demikian, akuntabilitas kinerja tidak hanya memenuhi standar administratif nasional, tetapi juga bergerak menuju standar tata kelola kota berkelas dunia,” pungkasnya. (ADV/ian)






