Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia, sebagai pasar terbesar ketiga untuk makanan dan minuman Korea Selatan, menjadi target ekspansi produk halal dari Negeri Ginseng.
Surabaya dipilih sebagai kota pertama di luar Jakarta untuk menggelar pameran makanan dan minuman halal Korea Selatan, menunjukkan potensi pasar yang besar di luar ibu kota.
“Kami melihat Surabaya memiliki market yang positif selain Jakarta,” ujar Lee Seung Hoon, Chief Representative Korea Agro Trade Center (aT Center) Jakarta, dalam konferensi pers di Pakuwon Trade Center Surabaya, Jumat (7/6/2024).
Pameran ini tidak hanya menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mencicipi berbagai kuliner halal Korea Selatan,tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama sertifikasi halal internasional.
Lee mengungkapkan rencana untuk memperkuat kerja sama melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA), yang akan mempermudah pengakuan sertifikasi halal antar negara.
“Sertifikasi silang halal akan memastikan bahwa produk makanan halal Korea Selatan memenuhi standar yang diakui secara internasional,” jelas Lee.
Selain itu, Lee juga menyoroti peran Badan Sertifikasi Halal Korea (KHA) dalam memastikan keamanan dan kehalalan produk makanan Korea Selatan bagi konsumen muslim.
KHA telah aktif terlibat dalam penelitian dan pengembangan makanan halal, serta berpartisipasi dalam standarisasi internasional melalui kerja sama dengan ISO.
Pameran ini disambut baik oleh masyarakat Surabaya, seperti Dewi, seorang pengunjung yang mengaku sering khawatir tentang kehalalan makanan Korea Selatan.
“Dengan adanya pameran ini, kami sebagai konsumen merasa lebih tenang dan yakin untuk mencoba makanan halal Korea Selatan,” ujarnya.
Selain mencicipi makanan dan minuman, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman budaya Korea Selatan dengan mencoba mengenakan Hanbok, pakaian tradisional Korea Selatan.
“Pameran ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang perdagangan dan budaya,” pungkas Lee. [asg/but]






