Gresik (beritajatim.com)– Suporter fanatik Gresik United, Ultras menggelar kongres ke 7. Kongres ini dilakukan untuk menentukan ketua umum suporter yang identik dengan warna kuning tersebut.
Ada tiga calon yang maju sebagai ketua umum suporter Ultras. Yakni Madun, Ludiono dan Imam Junaidi Kusumo.
Dari ketiga nama itu, akhirnya terpilih Imam Junaidi Kusumo sebagai ketua umum suporter Ultras Gresik periode 2024-2027.
Sebelum kongres digelar mantan Ketua Umum Ultras Gresik, Thoriqi Fajrin menuturkan, sejak dirinya pernah menjadi ketua organisasi suporter. Banyak hal yang didapatkan, mulai dari pengalaman berorganisasi dan lainnya.
“Saya berharap ketua umum yang terpilih semakin solid, dan berkembang serta bisa mengayomi semua korwil suporter,” tuturnya, Minggu (1/9/2024).
Sementara CEO Gresik United Nila Yani Hardiyanti mengatakan, atas nama tim dirinya tetap meminta dukungan suporter Gresik United dimana pun berlaga.
“Di laga perdana meski menjalani away melawan Persibo Bojonegoro. Saya berharap suporter Ultras tidak henti mendukung tim kebanggaannya,” katanya.
President Klub Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir dalam kongres suporter Ultras menyatakan adanya pemilihan ketua umum yang baru ini menambah keguyuban serta kekompakan.
“Perjalanan panjang Gresik United tidak lepas dari dukungan suporter Ultras. Meski manajemen ada kekurangan tetapi hal ini bukan konteks yang disengaja. Sebab, manajemen klub punya tugas besar menata klub lebih dewasa dan profesional. Suporter dan klub bagian dari satu kesatuan serta tidak ada sekat yang memisahkan,” ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan kejadian tahun 2023 lalu jangan terulang lagi. Kedepan suporter Ultras lebih dewasa lagi serta memiliki loyalitas terhadap klub supaya klub yang didukungnya bisa naik ke liga 1.
“Kejadian tahun lalu menjadi pembelajaran yang luar biasa. Jangan sampai ada anarkis lagi. Suporter Ultras harus bisa lebih dewasa lagi,” pungkasnya. [dny/aje]






