Surabaya (beritajatim.com) – Suporter Persebaya Surabaya alias Bonek menilai sanksi yang diberikan Komite Disiplin (Komdis) PSSI kepada Wahyudi Hamisi masih tidak adil, karena cukup ringan.
Komdis PSSI telah mengeluarkan sanksi untuk Wahyudi Hamisi dengan tiga larangan bermain bersama tim PSS Sleman dan denda sebesar 25 juta dalam beberapa akun sepak bola Indonesia.
Keputusan Komdis dengan penetapan sanksi pemain Sleman ini tentu menuai pro dan kontra di kalangan suporter, salah satunya suporter Persebaya Surabaya asal Kupang Segunting, Ulum Syaiful yang menganggap sanksi ini terlalu ringan.
Meskipun kondisi Bruno Moreira saat ini tidak berdampak apa pun, namun tindakan dengan menendang kepala pemain ini tentu tidak diperkenankan.
“Sanksi yang diberikan oleh Federasi ini tentu konyol dan lucu, seharunya sanksi yang diberikan Hamidi ini lebih dari itu mengingat pemain ini kerap kali berperilaku buruk di setiap pertandingan. Harusnya dia disanksi sampai akhir liga bukan tiga kali pertandingan, saya rasa federasi masih belum ada perubahan,” ungkap pria yang kerap disapa Ulum ini.
Sama halnya dengan Luqman Hakin, Bonek asal Kupang Surabaya yang menyesalkan hasil komdis dengan memberikan sanksi kepada Wahyudi Hamidi larangan tiga kali bermain mengingat pelanggaran yang dilakukan cukup fatal ditambah dengan altitud yang buruk mengacungkan jari tengah ke Robson Duarte.
“Iya menurutku tidak adil. Sangat ringan kalau hukumannya larangan bermain 3x ditambah denda 25jt sedangkan mengingat pelanggaran Hamisi cukup fatal ditambah acungan jari dia ke Robson yang termasuk juga pelanggaran,” ungkap Luqman.
Diketahui sebelumnya, Hamisi dihukum karena aksi menendang kepala Bruno Moreira. Wahyudi Hamisi dinilai telah melakukan pelanggaran serius dan menunjukkan gestur tak terpuji terhadap lawan. (way/ian)






