Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Hari Agus Sugiharto mengatakan, sumur bor milik warganya menyemburkan air yang membahayakan. Pasalnya, lubang sumur yang awalnya berdiameter kecil itu kini semakin melebar.
Diameter sumur kini sekitar 80 centimeter. Selain itu, tiga buah batu yang dipakai untuk menangkis air sebelumnya juga telah tercebur ke dalam sumur.
“Ditengarai lokasi tersebut lubangnya besar di bawah. Tiga batu besar yang sebelumnya dipakai penangkis air sudah masuk ke dalam sumur,” ujarnya, Selasa (26/12/2023).
Pihaknya mengimbau kepada warga yang menyaksikan semburan air itu agar tidak terlalu dekat. Sementara di sekitar sumur juga telah dipasang garis polisi untuk mengantisipasi warga yang penasaran dan melihat lebih dekat.
“Kami mengimbau dan menginstruksikan kepada warga setempat agar tidak mendekat ke lokasi semburan sumur,” imbuhnya.
Sementara diketahui, fenomena semburan air dalam sumur bor yang terletak di depan rumah Samirin (70) itu menjadi magnet bagi warga setempat. Warga silih berganti datang ke lokasi hanya untuk menyaksikan air yang bergelembung dan menyembur ke permukaan.
Semburan air itu sudah kali kedua terjadi. Sebelumnya semburan air saat usai dibor sedalam 60 meter itu lebih tinggi. Mencapai mencapai belasan meter lebih. Kini semburan tinggal sekitar 30 cm dengan kondisi air keruh dan bergelembung, ditambah terdapat bau belerang.
Pada semburan pertama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro juga telah melakukan observasi ke lokasi yang ada di Dusun Sanggar RT 22 RW 07 Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem.
Hasil uji pemeriksaan kondisi air asin dan tidak layak untuk dikonsumsi. Selain itu, setelah dilakukan uji organoliptic terhadap semburan air tersebut hasilnya kadar Ph 7,7 (normal), Suhu 30,7 (Normal) dan Do (kadar oksigen dalam air 0,11 mg/lt (minimal kadar Do 3 mg/lt seharusnya nilai Do harus diatas 3 mg/lt).
Sementara kondisi di lokasi, air yang keluar bersama material lumpur dan pasir dialirkan ke sungai. DLH Kabupaten Bojonegoro juga mengimbau kepada masyarakat setempat agar tidak memakai air tersebut untuk dikonsumsi. [lus/but]






