Surabaya (beritajatim.com) – Di momen Hari Sumpah Pemuda, Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti menyoroti sulitnya pemuda mendapat kesempatan kerja dan persoalan pengangguran di Kota Pahlawan.
“Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda agar mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” kata Reni, saat dihubungi, Kamis (27/10/2021).
Laporan BPS menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Surabaya meningkat di 9,79 persen per tahun 2020. Lebih khusus, per 9 Januari 2020, TPT untuk kelompok usia muda (15-24 tahun) berada pada 5,87 persen. Dengan kata lain, 60 persen TPT didominasi kelompok anak muda.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dprd-surabaya”]
“Di momen peringatan Sumpah Pemuda ke-93 ini Saya minta Pemkot perhatikan betul kondisi ini sebab sebanyak 60 persen TPT berasal dari kalangan usia muda, maka libatkan anak muda dalam pemulihan ekonomi,” tegas Reni.
Diketahui, anak muda memiliki segudang potensi, keandalan, enerjik, berani mengambil resiko, kemauan belajar tinggi, inovatif dan kreatif, serta melimpah ide dan gagasan.
Cak Pras misalnya, Ketua Karang Taruna Jagir yang mengikuti reses Reni Astuti ini berkecimpung di Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) yang bergerak di bidang lingkungan dengan produk unggulan berupa olahan jelantah menjadi sabun dan masih banyak lainnya.
“Saatnya pemuda berperan bukan baperan. pemuda itu eksis dan bersinergi. Tentunya untuk usaha umumnya anak-anak muda butuh stimulus baik motivasi, pelatihan, dan modal,” tuturnya.
Terpisah, Cak Jio yang juga pengurus karang taruna Jagir ini pun menuturkan soal usahanya yang sempat terpuruk usai diterpa pembatasan sosial berkepanjangan sehingga kesulitan untuk bangkit kembali.
“Semangat dan dorongan penting, tentunya pandemi berdampak pada banyak hal. Harapannya bisa disuplai modal dan pendampingan atau pembekalan setelah lulus SMA untuk jadi pengusaha,” pungkasnya yang juga pemilik toko sembako ini.
Generasi muda merupakan aset bangsa yang melanjutkan estafet kepemimpinan dan mengisi pos-pos strategis, mulai dari bidang akademisi, politisi, profesional, maupun pengusaha. Karenanya, perlu untuk disiapkan secara matang.(asg/kun)






