Lamongan (beritajatim.com) – Sukur bin Idin, seorang petani asal Desa Balun, Kecamatan Turi, Lamongan menjadi calon jemaah haji (CJH) tertua dari Lamongan yang bakal berangkat haji pada tahun 2023 ini.
Sukur yang kini berusia 98 tahun itu sempat menunggu lebih dari 10 tahun sebelum mendapat surat panggilan untuk menunaikan rukun Islam ke-5 tersebut.
Bahkan saat diwawancarai, Sukur mengaku lupa kapan dirinya mendaftar naik haji kala itu. Pasalnya, semua berkas persyaratan dan pendaftaran haji itu semuanya diurus oleh anak-anaknya.
“Yang mendaftarkan dan mengurus dulu ya anak-anak dan cucu-cucu saya,” ujar Sukur dalam bahasa Jawa, saat ditemui di sela-sela bimbingan manasik haji yang digelar oleh Kemenag Lamongan, di Masjis Namira, Senin (15/5/2023).
Sukur menegaskan bahwa dirinya sudah siap lahir batin untuk berangkat haji pada tahun ini. Saat ini, sebut Sukur, kondisi badannya pun masih tetap sehat dan kuat meski usianya sudah hampir satu abad.
Tak hanya itu, sambung Sukur, sehari-hari dirinya juga masih terus menjalankan aktivitasnya sebagai petani untuk mengurus lahan sawahnya.
“Saya dulu sekolah hanya sampai kelas 3 SD, tapi ijazah atau surat-suratnya tidak pernah saya urus,” tutur Sukur, sembari mengatakan jika dirinya lebih suka memakan nasi dengan lauk ikan asin di rumahnya.
Dalam kesempatan sama, salah seorang cucu Sukur, yang bernama Khafid mengungkapkan bahwa kakeknya itu sebenarnya telah mendaftar haji bersama neneknya pada tahun 2017 lalu. Namun, neneknya hingga saat ini belum mendapat surat panggilan untuk berangkat haji bersama sang kakek.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/5-hal-tentang-calon-jemaah-haji-lamongan-2023/
Dijelaskan pula oleh Khafid, kakeknya sempat mendapat surat panggilan untuk naik haji pada tahun 2021 silam. Akan tetapi, imbuh Khafid, panggilan untuk naik haji itu tidak diambil lantaran kondisi kesehatan kakek yang tidak memungkinkan. Selain itu, istri kakek kala itu juga belum mendapat surat panggilan.
“Daftar sekitar tahun 2017 lalu dan tahun 2021 mendapat surat panggilan untuk berangkat tapi tidak diambil karena pada saat itu sedang tidak enak badan dan nenek juga tidak mendapat panggilan. Padahal daftarnya berdua, sehingga memutuskan untuk ditunda dulu,” ungkap Khafid.
Lebih lanjut, Khafid membenarkan bahwa kakeknya sudah menyiapkan diri secara lahir batin untuk berangkat haji pada tahun ini meski istri kakek belum bisa berangkat lantaran tak kunjung mendapat surat panggilan haji.
“Semua persyaratan, termasuk persyaratan kesehatan juga sudah terpenuhi semua. Kakek siap berangkat haji pada tahun ini, lahir batin,” tandas Khafid.[riq/ted]






