Lamongan (beritajatim.com) – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (YES) didampingi Wakil Bupati Abdul Rouf (BRO) dan Kepala Dinas Kesehatan Lamongan dr Taufik Hidayat menerima Tim Juri Penilaian Asman (Asuhan mandiri) TOGA (Taman obat keluarga) dan Akupresur tingkat Provinsi di Guest House Kabupaten Lamongan.
Diketahui, Kelompok Asman yang ada di Kabupaten Lamongan sendiri mulai dibentuk sejak tahun 2018. Pada tahun 2021, saat ini terdapat sejumlah 103 kelompok Asman yang tersebar di 27 kecamatan, bahkan hingga merembet ke desa-desa.
Salah satu program Asman yang telah terintegrasi dengan seluruh puskesmas di Lamongan, yakni Poli lansia, merupakan program yang akan dijadikan rintisan awal guna didirikannya Griya Sehat di Lamongan. Seluruh fasilitator Asman ini juga telah dilatih akupresur, sebanyak 18,3 persen penyehat tradisional ini telah memiliki STPT (Surat Terdaftar Pengobat Tradisional).
Dalam pengembangan dan pembinaan Asman di Kabupaten Lamongan, Dinas Kesehatan bersama Pemkab Lamongan juga bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, seperti PKK Lamongan, Dinas Ketahanan Pangan Lamongan, Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Dinas Lingkungan Hidup, Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Universitas Airlangga, Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T), dan Akademi Kuliner Ottimmo.
“Kami bersama instansi terkait, berkomitmen dalam membentuk Asman ini, baik melalui penerbitan Perda retribusi pelayanan akupresur di Puskesmas, Surat Edaran Gerakan Jumat Toga, mengalokasikan dana APBN, APBD, Dana Desa untuk Asman, menyelenggarakan festival Asman, bahkan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi,” ungkap Bupati YES, Jumat (18/8/2021).

Selain itu, Bupati YES juga berkomitmen untuk medirikan Griya Sehat, yakni sejenis klinik tradisional yang didalamnya nanti khusus pengobatan tradisional. “Saya akan berkomitmen untuk membuat Griya Sehat di Lamongan. Kita doakan saja semoga Covid-19 ini segera selesai, kondisi masyarakat, kesehatan, dan ekonomi juga segera membaik, nanti bisa kita buat Griya Sehat ini sebagai tempat konsultasi dan tindakan medis secara tradisional,” imbuh Bupati YES.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Taufik Hidayat menyampaikan, bahwa Asman ini merupakan pendamping dalam pelaksanaan pengobatan pada masyarakat. “Asman ini bukan obat utama, tapi merupakan pendukung. Kita semua berkomitmen Asman yang benar ini harus terus ditingkatkan,” sambungnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Asman sendiri merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan ringan secara mandiri oleh individu dalam keluarga, kelompok atau masyarakat dengan memanfaatkan TOGA dan Akupresur.
Sedangkan, secara rinci TOGA merupakan sekumpulan tanaman berkhasiat obat yang ditanam di pekarangan dan diramu untuk memelihara kesehatan keluarga. Lalu Akupresur adalah keterampilan yang dilakukan dengan melakukan penekanan atau pemijatan di titik-titik akupuntur pada permukaan tubuh dengan menggunakan ujung jari atau alat bantu lain untuk perawatan kesehatan.[riq/ted]






