Surabaya – (beritajatim.com) – Bangsa Aztec merupakan bangsa yang mendiami dataran tinggi meksiko. Mereka memiliki kepercayaan atau keyakinan politeistik yang memuja ratusan dewa-dewi yang dipersepsikan sebagai kekuatan roh yang dapat reinkarnasi.
Suku Aztec membuat patung-patung terbuat dari batu dan tanah liat yang diberikan pakaian dewa-dewi lalu disembah sebagai inkarnasi dari para roh yang memiliki kekuatan. Dewa yang paling terkenal di suku mereka adalah Tezcatlipoca sebagai dewa pencipta sekaligus pelindung raja.
Lalu, Quetzalcoatl sebagai dewa belajar, Tlaloc sebagai dewa hujan, dan Huitzilopochtli sebagai pelindung rakyat. Inilah beberapa upacara persembahan yang dilakukan oleh suku aztec.
Atlacacauallo (2-21 Februari). Upacara ini dilakukan untuk dewa air yang menguasai hujan, kesuburan dan air. Mereka melakukan persembahan dengan mengorbankan anak-anak dan bayi yang dibunuh dengan di ambil jantungnya agar dewa merasa senang.
Tlacaxipehualiztli (22 Februari – 13 Maret). Upacara ini merupakan persembahan untuk dewa pertanian. Mereka mengorbankan tawanan perang dengan mempertarungkan tawanan perabg dengan senjata. Terkadang, mereka juga mengorbankan tawanan perang dengan dihujani anak panah sehingga darah yang mengalir dapat membasahi tanah sebagai lambang kesuburan.
Tozoztontli (14 Maret – 2 April). Persembahan ini dilakukan untuk dewi pelindung wanita yang meninggal saat melahirkan. Korban yang dipersembahkan adalah anak-anak dengan di kubur.
Hueytozoli (3-22 April). Persembahan ini dilakukan untuk menghormati dewi yang menguasai angin, pengetahuan. Seni dan pelindung. Mereka mengorbankan sepasang anak lelaki dan perempuan dengan dibunuh dan diambil jantungnya.
Toxcatl (23 April – 12 Mei). Upacara ini untuk menghormati dewa terkemuka yaitu Tezcatlipoca. Korban yang di sembahkan adalah seorang anak muda yang tampan dan dikawinkan dengan 4 gadis selama setahun. Mereka diberikan kemewahan hingga semuanya dikorbankan. Daging dari mereka dimakan beramai-ramai oleh pendetanya.
Etzalcuakitzu (13 Mei – 1 Juni). Upacara persembahan ini untuk Dewa Tlaloc dan Quetzalcoatl. Mereka mengorbankan anak-anak serta remaja lelaki dan perempuan. Pengorbanan ini dengan ditenggelamkan korban ke air yang dalam dengan diberi pemberat seperti batu atau di tusuk jantungnya.
Tecuilhuitintli (2 Juni – 21 Juli). Mereka menghormati dewi pelindung seni dan sebagainya dengan menusukkan dan mencabut jantung. Dan masih banyak lagi upacara yang dilakukan oleh bangsa aztec.
Bangsa aztec memuja roh sebagai kekuatan alam yang haus ajab darag manusia. Mereka juga meyakini jantung sebagai pusat roh yang harus dipersembahkan untuk para dewa. [rad/bjo]






