Surabaya (beritajatim.com) – Tantangan pengusaha properti semakin berat. Mulai dari kenaikan suku bunga, harga material yang terus meningkat terutama besi dan upah pekerja hingga munculnya aturan baru tentang kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Masih banyaknya pengusaha properti yang belum paham akan perizinan digital pun menjadi agenda penting bagi Dewan Pimpinan Daeran Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke II -2022.
Rakerda yang akan digelar selama 2 hari yaitu Selasa – Rabu (27 sampai 28 September 2022) mendatang di Club Bunga, Kota Batu itu akan membahas banyak polemik baru yang menjadi hambatan di dunia properti.
Dengan tema “Bangkit Bersama Di era Digitalisasi Perizinan” para anggota REI Jatim diharapkan bisa saling suport satu sama lain dalam pengurusan perizinan digital.
“Ternyata meskipun digital, banyak anggota yang kesulitan mengaksesnya. Apalagi kebutuhan setiap pengusaha itu berbeda-beda, sebab di REI ini kami punya 174 bidang usaha properti,” ungkap Nurendra Bagas Parakoso, Ketua OC Rakerda REI Jatim 2022, saat ditemui dikantor REI Jatim, Selasa (6/9/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”REI”]
Sementara Soesilo Efendy, Ketua DPD REI Jatim menyebutkan PR lainnya juga tentang jeritan pengusaha properti rumah subsidi. Dimana sudah 3 tahun harga rumah subsidi tetap diharga Rp 150,5 juta. Sedangkan kenaikan harga material sudah semakin meningkat.
“Kami sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar rumah subsidi dinaikkan harganya 7 persen saja, menjadi Rp 162 juta hingga Rp 165 juta. Agar yang berbisnis dibidang perumahan subsidi ini bisa sedikit lega,” harapnya.
Namun ditengah banyaknya tantangan yang harus dipecahkan dengan Rakerda, pengurus panitia Rakerda tetap menyisipkan berbagai challange hiburan untuk 200 peserta yang akan ikut Rakerda.
“Kami akan menggelar sejumlah pertandingan seperti bowling, tenis meja dan voli pantai, serta fun games berupa outbound,” sela Hasbi A Rahman, Wakil Bidang Perijinan REI Jatim.[rea]






