Yogyakarta (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta kembali menggelar Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2024. KHFF tahun kedua tersebut akan digelar pada tanggal 9-11 Agustus 2024 di Grha dan Lapangan SMA 3 Yogyakarta sebagai bentuk pelestarian warisan budaya melalui film.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, KHFF diselenggarakan tiap tahun di Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta. “KHFF adalah platform penting di Kota Yogyakarta yang menjadi titik temu perayaan warisan budaya melalui film,” ungkapnya, Rabu (7/8/2024).
Festival tersebut dirancang sedemikian rupa untuk membentuk persepsi masyarakat masa kini dan masa depan melalui artefak dan arsip dari masa lalu. Festival yang pernah sukses diadakan di tahun 2023 ini tidak hanya membidik audiens para pecinta film saja, namun juga masyarakat umum.
“Dengan hiburan yang membawa kita seakan masuk ke mesin waktu di era tahun 1960 hingga 1980’an. Warisan budaya selalu menjadi tongkat estafet antar generasi, ada yang terpelihara dengan baik meski banyak pula yang tidak,” katanya.
Film memainkan peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya warisan budaya. Melalui film, upaya pelestarian ini tidak hanya memperkuat ikatan antara masa kini dan masa depan, namun juga membentuk warisan memori kolektif yang penting untuk dicatat.
“Panitia KHFF 2024 telah menerima 171 karya film yang dipilih untuk berbagai program pemutaran termasuk kompetisi. Peserta meliputi pelajar, umum hingga Pemerintah Daerah dari seluruh Indonesia. Setiap film yang masuk seleksi masing-masing menawarkan pandangan unik tentang warisan budaya,” ujarnya.
Yetty menjelaskan, jika KHFF tahun 2024 ini juga bekerja sama secara internasional dengan Thai Film Archive dari Thailand. Nantinya, ada pemutaran dan kompetisi film, pameran cerita film ‘Sinema Berlabuh di Jogja’, Pasar Kobar, Sinema Berdansa, Public Lecture serta Lokakarya.
“Dari semua karya yang masuk, kami mendapatkan pelajaran berharga. Yakni warisan budaya tidak pernah tumbuh dalam isolasi, melainkan selalu berkembang melalui keterbukaan dan interaksi,” tegasnya. [tin/kun]






