Sidoarjo (beritajatim.com) – Calon Bupati Sidoarjo, Subandi, mengadakan diskusi terbuka bersama anak-anak muda Sidoarjo dalam rangka membahas rencana pembangunan bersama Kabupaten Sidoarjo.
Diskusi tersebut digelar di Kafe Kopilogi, Pagerwojo, atas undangan Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo. Subandi, yang dikenal memiliki segudang pengalaman, membuat para peserta terkesan dengan wawasan dan visi yang ia bagikan.
Di hadapan pemuda dari 18 kecamatan di Sidoarjo, Subandi membagikan cerita perjuangannya sejak masa kecil hingga dewasa.
Ia menekankan pentingnya kerja keras sebagai fondasi kesuksesan, serta pentingnya membangun relasi dan kepedulian sosial.
“Jika ingin sukses, bergaullah dengan orang-orang yang berhasil. Selain itu, jangan lupa untuk peduli dan menolong, terutama kepada anak yatim piatu,” kata Subandi yang disambut tepuk tangan peserta.
Diskusi Terbuka dan Tanya Jawab.
Berbagai pertanyaan pun dilontarkan peserta, salah satunya tentang nasib tenaga non-ASN di Pemkab Sidoarjo.
Subandi menjelaskan bahwa dirinya tengah memperjuangkan status dan kesejahteraan mereka di tingkat pusat.
“Saya berkomitmen untuk meningkatkan gaji pegawai non-ASN minimal Rp 3,5 juta, jauh lebih baik dari angka sekitar Rp 2 juta yang berlaku saat ini,” ungkapnya, diiringi tepuk tangan peserta diskusi.
Tak hanya soal kesejahteraan tenaga kerja, pengembangan olahraga di Sidoarjo juga menjadi topik diskusi. Subandi, yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo, menyampaikan komitmennya dalam mendukung atlet berprestasi.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan manajemen sepak bola secara profesional. “Kami tidak pilih-pilih. Saya pribadi pecinta sepak bola dan siap berkorban untuk kemajuan sepak bola Sidoarjo,” tuturnya.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta, yang merasa lebih memahami visi dan misi Subandi untuk kemajuan Sidoarjo, khususnya dalam hal kesejahteraan dan pengembangan generasi muda.
Seorang pemuda lain menanyakan konsep tentang upaya mengatasi pengangguran. Calon Bupati Subandi menjelaskan bahwa dirinya telah meluncurkan survei tentang faktor-faktor apa sehingga masih banyak anak muda yang belum bekerja.
”Solusinya juga kami siapkan. Lebih banyak lagi perusahaan jasa diajak membuka kantor di Sidoarjo. Dengan begitu, lapangan kerja lebih terbuka. Perputaran uang juga akan terjadi di Sidoarjo,” terang calon Bupati Subandi.
Pertanyaan-pertanyaan lain terus meluncur kepada Subandi yang juga Plt Bupati Sidoarjo tersebut. Dari soal lingkungan, tata kota, pengatasan banjir, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya.
Calon Bupati Sidoarjo Subandi pun menyebutkan tiga pilar konsep pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Tiga gagasan besar ini akan menjadi fondasi dalam memajukan Kabupaten Sidoarjo ke depan.
Pertama, grand design pembangunan. Cabup Subandi menyatakan Sidoarjo harus punya perencanaan jelas. Program-program pembangunan tidak hanya tertuang dalam RPJMD atau dokumen perencanaan lain. Perlu grand design untuk menguatkan langkah-langkah strategis. Pembangunan tidak lagi sekadar menghabiskan anggaran APBD.
Apa saja yang harus dibangun dari tahun ke tahun. Bidang infrastruktur, misalnya. Betonisasi jalan diteruskan jalan. Pengaspalan jalan desa juga berlanjut. Sidoarjo telah sukses berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk membangun Flyover Juanda, Flyover Krian, dan Flyover Tarik.
”Tahun 2025 nanti, kita akan bangun Flyover Gedangan dan Flyover Candi,” ungkapnya.
Flyover Gedangan akan memecahkan kemacetan lalu lintas dari arah Sidoarjo menuju Surabaya. Program itu telah disetujui pemerintah pusat. Perencanaan sudah turun. Anggaran dari pusat juga ada.
”Waktu peresmian Flyover Djuanda, kami dipesani Pak Presiden untuk membangun Flyover Gedangan ini. Saya nyatakan siap. Tahun 2025 kita mulai,” tegas calon Bupati Sidoarjo Subandi.
Adapun Flyover Candi akan berdiri di Desa Sumokali. Flyover itu akan menghubungkan tengah kota hingga ke kawasan Tanggulangin. Khususnya industri kerajinan dan tas yang sempat mendunia di Tanggulangin.
”Setelah Flyover Candi jadi, akan dibangun jalan kembar menuju Tanggulangin. Kita ingin industri tas, sepatu, dan koper di Tanggulangin kembali maju seperti dulu,” papar Cabup Subandi yang lagi-lagi diberi aplaus oleh peserta diskusi.
Kedua, selain grand desain, Kabupaten Sidoarjo harus punya master plan smart city. Digitalisasi telah merasuk ke berbagai bidang. Kabupaten Sidoarjo, lanjut calon Bupati Sidoarjo Subandi, tidak boleh melewatkan kesempatan untuk terus meningkatkan diri.
Perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan tidak akan lepas dari teknologi digital. Lebih-lebih pelayanan publik di berbagai sektor. Semuanya diperkuat agar masyarakat bisa mengakses layanan pemerintah dengan mudah, transparan, dan efisien.
”Tidak ada lagi layanan izin usaha yang tidak selesai-selesai. Tidak ada lagi izin mendirikan sekolah yang lama tidak rampung. Dan, lain-lainnya,” ungkap Cabup Subandi.
Ketiga, selain grand design dan master plan smart city, dirinya menguatkan fondasi birokrasi. Calon Bupati Sidoarjo Subandi menghimpun data tentang berapa banyak orang-orang pintar di Pemkab Sidoarjo. Doktor-doktor hebat.
Namun, tidak sedikit yang belum mendapatkan tempat sesuai bidang keahliannya. Fondasi birokrasi, lanjut Cabup Subandi, harus ditopang oleh merit system. Penataan aparatur sipil negara (ASN) dilakukan berdasar kualifikasi, kompetensi, dan kinerja.
”Tidak ada lagi pejabat yang diangkat dengan cara asal comot. Mereka harus diberi kesempatan secara adil. Tanpa membeda-bedakan,” tambah Cabup Subandi.
Penjelasan calon Bupati Sidoarjo Subandi itu membuat anak-anak muda yang hadir terkesan. Sekitar dua jam dialog berlangsung dinamis. Cabup Subandi pun pamit. Para pemuda mengajak foto bersama. Kompak dan sportif.
Ketua Bidang Hikmah dan Politik Pemuda Muhammadiyah Sidoarjo Mahmudi menyatakan calon Bupati Sidoarjo Subandi benar-benar beda dari calon-calon lain. Sosoknya terlihat berpengalaman. Mengusai persoalan Kabupaten Sidoarjo dan tahu bagaimana solusinya.
”Pak Subandi ini memang beda. Sangat kelihatan memang sudah berpengalaman,” kata Mahmudi Sabtu malam (5/10/2024).
Ketua Pemuda Muhammadiyah Ahmad Alfarizi juga menyatakan sangat terkesan. Bagaimana calon Bupati Sidoarjo Subandi menjawab pertanyaan anak-anak muda yang hadir malam itu.
Mereka berasal dari berbagai kecamatan. Persoalannya pun berbeda-beda. Namun, semuanya terjawab dengan memuaskan.
”Ini menguatkan tekad kami untuk membersamai beliau dalam memimpin Sidoarjo. Kami semakin yakin beliau mampu memimpin Sidoarjo ke depan,” ungkap Alfarizi.
Calon Bupati Subandi kepada wartawan mengungkapkan menyambut baik inisiatif Pemuda Muhammadiyah. Dirinya dia sangat terkesan dengan anak-anak muda yang hadir dalam diskusi itu. Mereka punya semangat dan siap mensupport pembangunan Sidoarjo. Juga mengawal pelaksaanaan visi dan misinya untuk membangun Sidoarjo.
”Dukungan anak-anak muda ini menjadikan kami semakin bersemangat memajukan Sidoarjo. Monggo. Kami sangat terbuka untuk diajak berdiskusi. Siapa pun dan apa pun organsisasinya, mari kita bangun bersama-sama Kabupaten Sidoarjo. Agar lebih baik lagi,” tegasnya. (ted)







1 Komentar
Bissmillah SMG menang ..Abah Subandi