Surabaya (beritajatim.com) – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia terus menunjukkan kemampuannya dalam bersaing di pasar global. Salah satu pencapaian terbaru adalah ekspor perdana dua produk gerabah inovatif asal Jawa Timur ke Jepang, yakni Bola Tumbuh Pot (Bobupot) produksi Green Galeria Indonesia dari Surabaya dan pot terakota produksi UD Gerabah Merah dari Malang.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat dapat membawa produk lokal menembus pasar internasional, bahkan di negara dengan standar tinggi seperti Jepang. Berikut beberapa strategi yang dilakukan:
1. Inovasi Produk yang Berorientasi Keberlanjutan
Pasar Jepang dikenal sangat selektif dalam menerima produk impor. Oleh karena itu, inovasi menjadi kunci utama dalam menarik perhatian konsumen di negeri sakura. Bobupot, misalnya, dibuat dengan bahan alami seperti serabut kelapa, batu kerikil, pasir putih, serta abu dan arang kayu.
Produk ini tidak hanya fungsional sebagai media tanam, tetapi juga mendukung konsep ramah lingkungan yang sangat diminati oleh konsumen Jepang.
Pot terakota produksi UD Gerabah Merah juga dikembangkan dengan desain modern dan ukuran kecil yang sesuai untuk dekorasi dalam ruangan. Kedua produk ini mengutamakan estetika dan keberlanjutan, dua faktor penting dalam daya saing produk ekspor.
2. Pendampingan dan Program UMKM BISA Ekspor
Keberhasilan ekspor ini tidak lepas dari dukungan Kementerian Perdagangan melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program ini memberikan pelatihan, pendampingan, serta akses ke pasar internasional bagi pelaku UMKM.
“Keberhasilan ekspor perdana ini juga menjadi bukti nyata efektivitas program UMKM BISA Ekspor dalam mendorong UMKM Indonesia untuk berani menembus pasar global dan memperluas jangkauan produknya,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi.
Program ini berfokus pada peningkatan daya saing produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta perluasan jaringan pasar agar produk-produk lokal lebih mudah diterima di tingkat internasional.
3. Promosi melalui Ajang Penghargaan dan Pameran Ekspor
Sebelum berhasil menembus pasar Jepang, Bobupot telah mendapatkan pengakuan dalam ajang Good Design Indonesia (GDI) 2021. Ajang ini merupakan penghargaan yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada produk-produk lokal yang memiliki desain inovatif dan daya saing global.
Pengakuan dari GDI ini membuka peluang bagi Bobupot untuk menarik perhatian pembeli dari luar negeri. Selain itu, keterlibatan dalam Pekan Pengembangan Ekspor Nasional yang digelar pada Desember 2024 juga menjadi langkah penting dalam memperluas jaringan bisnis dan memperkenalkan produk ke calon pembeli internasional.
4. Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan
Ekspor perdana ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Bank Jatim, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), serta Export Center Surabaya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, UMKM dapat memperoleh akses lebih luas terhadap informasi pasar, regulasi ekspor, serta fasilitas yang mendukung kelancaran pengiriman produk ke luar negeri.
5. Adaptasi dengan Kebutuhan Pasar Global
Setiap negara memiliki preferensi dan standar tersendiri dalam memilih produk impor. Oleh karena itu, UMKM perlu melakukan riset pasar yang mendalam sebelum mengekspor produknya.
“Ekspor perdana ini menjadi tonggak penting bagi UMKM Jawa Timur. Diharapkan langkah ini membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional,” ujar Puntodewi.
Green Galeria Indonesia, misalnya, menyesuaikan desain Bobupot agar sesuai dengan selera konsumen Jepang yang mengutamakan estetika dan keberlanjutan. Dengan strategi ini, produk mereka berhasil menarik minat pasar Jepang dan mendapatkan pesanan dengan nilai ekspor mencapai USD 46.799.
Keberhasilan ekspor perdana ini memberikan dampak positif bagi sektor UMKM di Indonesia. Selain membuka peluang ekspor bagi lebih banyak pelaku usaha kecil, pencapaian ini juga menjadi motivasi bagi UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Diharapkan, ekspor produk gerabah inovatif ini menjadi awal dari ekspansi lebih luas ke negara-negara lain. Dengan strategi yang tepat, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta inovasi produk yang terus dikembangkan, UMKM Indonesia semakin memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. [ian]






