Surabaya (beritajatim.com) – Sebelum meninggal, Mahasiswa Narotama berinisial OKM sempat mengeluhkan badannya sakit semua kepada keluarga. Hal itu terjadi usai OKM minum miras di salah satu Warung dekat Universitas Narotama bersama dua temannya WAA dan RAM, Kamis (04/01/2024) kemarin.
Sumini salah satu keluarga OKM menceritakan bahwa mahasiswa semester V Universitas Narotama itu tidak bercerita ia habis minum miras atau tidak. Namun, OKM memang bercerita jika tubuhnya sakit semua.
“OKM tidak bilang apa-apa, termasuk apakah dia usai minum di mana, keluarga juga kurang tahu. Pokoknya OKM bilang kalau badanya itu capek semua,” jelasnya, Kamis (11/01/2024).
Setelah keluhan yang dirasakan OKM ini, tidak kunjung hilang. OKM lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) William booth Surabaya. Mahasiswa Narotama ini sempat dirawat selama satu hari. Namun, OKM berpulang ke pangkuan tuhan pada 6 Januari 2024. “Dia ini pekerja keras. Selain kuliah juga bekerja di sebuah cafe di Surabaya,” imbuh Sumini.
Atas kejadian meninggalnya OKM, Sumini mengatakan bahwa keluarga sudah ikhlas dan tidak berniat melapor ke polisi. Keluarga hanya ingin OKM dapat tempat peristirahatan yang tenang. “Tidak laporan, sudah ikhlas. Kami hanya ingin memberikan peristirahatan terakhir yang tenang untuk OKM,” kata Sumini.
Sementara, Kapolsek Sukolilo Kompol I Made Pantera Negara mengatakan, kepolisian telah siap memproses bilamana perkara ini dilaporkan oleh pihak keluarga korban. Sebab, untuk pemeriksaan dan barang bukti ini sudah dikantongi.
“Kami sedia melanjutkan proses penyelidikan, menunggu arahan dari pimpinan serta tunggu adanya laporan. Perkara ini kami sudah mengamankan whisky lokal, gambar dan fakta bahwa pemilik warkop menjual belikan minum minuman keras tersebut,” kata Kompol I Made.
Diketahui, 3 anggota UKM Musik Narotama meninggal dunia usai menenggak miras jenis Whyski Lokal yang dibeli di warung wilayah Sukolilo. Atas kejadian ini, polisi telah memeriksa penjual miras dan mengamankan 6 botol miras oplosan. (ang/kun)






