Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memastikan ketersediaan elpiji 3 kg tetap stabil selama Ramadan hingga Lebaran 2025. Distribusi gas subsidi ini dipastikan berjalan lancar tanpa kendala.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, mengungkapkan bahwa kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Banyuwangi pada tahun 2025 mencapai 57.100 metrik ton (MT) atau setara dengan 19 juta tabung.
Dengan rata-rata kebutuhan 1.586.166 tabung per bulan, stok selama Ramadan dan Lebaran dipastikan mencukupi. Pemkab juga telah meminta agen agar memastikan distribusi berjalan dengan baik.
“Insya Allah stok aman karena kuotanya tidak berubah. Kami telah meminta agen memastikan distribusi lancar,” ujar Nanin, Jumat (28/2/2025).
Selain memastikan kelancaran distribusi, pemkab akan mengkaji kebutuhan dan mengusulkan penambahan kuota elpiji kepada Pertamina menjelang libur Lebaran. Nanin menyebutkan, penambahan kuota yang diusulkan berkisar 100-150 persen agar tidak terjadi kelangkaan.
“Jangan sampai libur Hari Raya ada kekurangan stok di masyarakat. Karena harus diantisipasi droping di agen ke pangkalan,” jelasnya.
Sementara itu, harga elpiji 3 kg di Jawa Timur telah mengalami penyesuaian sejak 15 Januari 2025. Berdasarkan peraturan gubernur (Pergub), harga resmi elpiji melon ini naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000 per tabung.
Di sisi lain, regulasi mengenai sub pangkalan masih dalam tahap pembahasan di tingkat pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM. Nantinya, pengecer elpiji akan dialihkan menjadi sub pangkalan dengan kewajiban memasang plang identitas usaha.
Pemerintah juga mendorong pengecer untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) demi legalitas usaha, sambil menunggu kebijakan resmi dari Pertamina.
“Kedepannya diarahkan memiliki legalitas usaha NIB. Kami masih koordinasikan ke Pertamina seperti apa. Karena KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) nya beda dengan pelaku usaha lainnya,” pungkas Nanin. [alr/suf]






