Malang(beritajatim.com) – Stok LPG 3 Kilogram di Kota Malang dipastikan aman. Sepanjang 2025 Pertamina mengalokasikan 34 ribu lebin matrik ton untuk di Malang. Agar subsidi tepat sasaran monitoring dan evaluasi terus mereka lakukan.
Manager Marketing PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Malang Regional Jatimbalinus, Choerul Anwar menyebut kesadaran masyarakat mampu untuk tidak turut menggunakan LPG bersubsidi menjadi faktor kunci. Sebab, LPG 3 kilogram hanya dikhususkan bagi mereka yang kurang mampu dan berhak menerima subsidi.
“Kegiatan monitoring ke lapangan untuk sektor-sektor yang tidak tepat menggunakan elpiji yang subsidi terus dilakukan. Harapannya untuk membangun kesadaran untuk menggunakan produk yang non subsidi,” ujar Choerul, Jumat, (14/2/2025).
Choerul mengatakan, untuk memperketat penyaluran LPG 3 kilogram agar tepat sasaran dibutuhkan peran pemerintah daerah. Karena Pemda bisa membuat Peraturan Daerah yang mengatur kelas atas hingga pelaku usaha skala besar untuk menggunakan LPG non subsidi.
“Sejauh ini memang kekuatan hukumnya belum cukup kuat untuk mendorong mereka untuk menggunakan non subsidi. Nah dukungan dari pemerintah di situ memang diperlukan untuk mereka agar menggunakan LPG non subsidi,” ujar Choerul.
Pertamina sendiri telah melakukan mitigasi dengan menggunakan KTP dalam penyaluran LPG 3 kilogram. Tujuannya agar semua distribusi tercatat. Sedangkan soal pengawasan diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Sektor pengawasan memang dari sisi pemerintah. Kalau kami memang untuk menyalurkan dan di Pertamina sendiri dalam penyaluran kita sudah menggunakan KTP sehingga semua kegiatan distribusi tercatat,” ujar Choerul. (luc/ted)






