Banyuwangi (beritajatim.com) – Kedatangan beras impor dari Thailand menambah stok yang tersedia di gudang Bulog cabang Banyuwangi semakin bertambah. Meskipun, beras impor tersebut tidak khusus diperuntukkan bagi masyarakat di Banyuwangi.
Kepala Bulog cabang Banyuwangi Harisun menyebut, saat ini jumlah beras impor yang datang sebanyak 15 ribu ton. Tapi, beras hanya sekedar transit di gudang Bulog, lantaran akan kembali dikirim ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kita punya kewajiban mendistribusikan beras sebanyak 13 ribu Ton itu kebutuhan saudara kita di NTT, Bali dan NTB,” kata Harisun, Sabtu (24/2/2024).
Sisanya, kata Harisun, akan menjadi stok cadangan di Banyuwangi. Termasuk untuk kebutuhan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Sisanya kita simpan di gudang untuk stok. Tapi nanti akan ada sekitar 10 ribu ton beras impor lagi kapal berikutnya,” ungkapnya.
Bulog cabang Banyuwangi memastikan, kebutuhan beras untuk warga Kota Gandrung dipastikan aman. Terlebih untuk kebutuhan jangka waktu dekat Ramadhan dan lebaran, stok aman.
“Untuk stok beras Bulog sendiri, saat ini sebanyak 850 ribu ton. Jadi cukup sebagai cadangan beras Banyuwangi untuk 5 bulan ke depan,” jelasnya.
Selain itu, kata Harisun, petani tak perlu khawatir karena Bulog cabang Banyuwangi siap menampung gabah dari mereka. Bahkan, jumlahnya tak terbatas.
“Beberapa waktu lagi juga Banyuwangi akan melakukan panen raya. Bulog siap menyerap gabah petani berapapun jumlahnya. Sehingga kita harapkan nanti bisa menambah cadangan beras Bulog untuk Banyuwangi ke depannya,” pungkas Harisun. (rin/ian)






