Mojokerto (beritajatim.com) – STMJ adalah singkatan dari Susu, Telur, Madu dan Jahe yang merupakan minuman tradisional Indonesia dan populer di daerah Jawa Timur. Minuman ini dipercaya memiliki manfaat untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan stamina.
Siapa sangka jika STMJ Bhayangkara yang berada di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto merupakan pelopor STMJ pertama di Kota Mojokerto. Buka sejak tahun 1985, usaha keluarga ini saat ini dikelola sang istri, Maria Ulfa (56) sejak sang suami meninggal dunia pada 2018 lalu.
STMJ Bhayangkara Faiz dan Sons ini berada tepat di depan Mapolres Mojokerto Kota. Nama Faiz diambil nama dari suami Maria Ulfa, sementara nama Sons diambil lantaran usaha keluarga tersebut mulai dikelola sang anak. Saat ini, sudah ada 15 cabang STMJ Bhayangkara yang tersebar di beberapa kota.
Seperti Pamekasan Madura, Sidoarjo, Jombang, Gresik dan Mojokerto sendiri. Tak hanya STMJ, minuman tradisional yang diseduh di tempat, namun juga ada minuman tradisional lainnya. Seperti jahe merah instan, temulawak instan, kopi rempah, wedang uwuh dan teh daun Afrika.
Saat ini, jahe merah menjadi produk unggulan warga Kelurahan Meri RT 4 RW 3, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini. Dengan pemasaran melalui pameran-pameran, minuman instan ini sudah merambah di sejumlah daerah di Jawa, Bali, Sulawesi, NTB hingga Pulau Papua di ujung timur Indonesia.
“Awalnya kita hanya usaha STMJ. Bapak (suami) sejak 1985 itu sudah bergerak dalam bidang STMJ terus tahun 2010 saya mulai membantu membuat sirup jahe, sirup temulawak, sirup kuyit asam. Namun sirup yang dikemas dalam botol ini punya kendala saat dikirim,” ungkapnya, Senin (21/4/2025).
Sehingga ibu empat anak ini berinovasi dengan memproduksi minuman instan di tahun 2012. Seperti jahe merah dan temulawak. Dibantu empat orang karyawan, perempuan tangguh Kota Mojokerto ini pun mengembangkan ke produk minuman tradisional lainnya. Seperti teh daun Afrika, wedang uwuh dan kopi rempah.
“Kita mulai bergerak dalam bidang instan minuman instan ini, kayak jahe merah instan tahun 2012. Untuk STMJ dipegang anak saya, saat ini ada 15 cabang STMJ yang ada di sejumlah kota. Mulai Pamekasan, Sidoarjo Jombang, Gresik dan Mojokerto. Saya di rumah khusus untuk produksi dibantu empat orang karyawan,” katanya.
Dari usaha keluarga tersebut ia berhasil menyekolahkan ke empat anaknya hingga bangku kuliah. Anak pertama lulus Universitas Dinamika atau lebih dikenal dengan nama STIKOM Surabaya dan sudah berkeluarga, anak kedua lulus Universitas Muhammadiyah Malang dan sudah berkeluarga. Anak ketiga lulus Universitas Brawijaya Malang.
“Alhamdulilah anak saya empat, tiga sudah lulus kuliah. Anak ketiga yang mengelola STMJ yang ada di Jalan Bhayangkara itu, yang ragil masih semester 4 ITS Surabaya. Kita sebagai wanita harus belajar mandiri sejak awal jadi kalau kita sewaktu-waktu ditinggal pasangan kita, suami sudah siap menjalani hidup,” ujarnya.
Omzet dari STMJ dan minuman tradisional per bulan miliknya mencapai Rp20 juta per bulan. Nenek tiga cucu ini bertutur, ia sudah dari kelas 2 Sekolah Dasar (SD) sudah terbiasa kerja sehingga saat ia harus kehilangan sang suami pada 2018 sudah bisa bangkit meneruskan usaha keluarga. Ia pun berpesan kepada perempuan-perempuan Mojokerto harus siap menghadapi segala ujian.
“Sebagai wanita, kita harus siap menghadapi segala ujian. Kita harus bisa mandiri dan apa yang kita bisa, kita jadikan sebagai ladang usaha sehingga kita bisa menolong tetangga kita atau teman-teman kita yang butuh pekerjaan. Tidak boleh menyerah dan harus semangat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya menambahkan, jika produk Maria Ulfa merupakan binaan Diskopukmperindag. Maria Ulfa merupakan sosok pelaku usaha yang ulet, mau menerima masukan, mau belajar dan berani berinovasi dan mengembangkan usahanya.
“Sebagai single parent, 7 tahun ini beliau luar biasa manjalankan peran ganda yakni sebagai ibu sekaligus sebagai pemilik usaha. Banyak hal yang bisa diteladani sebagai ibu, beliau sudah mengantarkan putra-putranya lulus jenjang S1 dan yang terakhir masih kuliah di ITS. Sebagai pelaku usaha beliau seorang petarung yang handal,” tegasnya. [tin/beq]






