Mojokerto (beritajatim.com) – Polsek Pacet Polres Mojokerto mengganti karung berisi sekam di jalur penyelamat Tikungan Gotekan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko fatalitas korban kecelakaan akibat rem blong, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.
Penambahan karung berisi sekam tersebut dilakukan dengan melibatkan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Potensi Relawan. Sebanyak 20 mobil pick-up mengangkut ribuan karung berisi sekam untuk menggantikan yang lama di jalur penyelamat tersebut.
Jalur penyelamat ini memiliki peran krusial dalam mengurangi dampak kecelakaan. Saat terjadi rem blong, kendaraan yang melaju dari arah Batu akan menghantam tumpukan sekam tersebut, sehingga mampu meminimalisir fatalitas.
“Hari ini, kami bekerja sama membangun jalur penyelamat di Tikungan Gotekan. Perlu diketahui, jalur ini merupakan area yang sangat rawan rem blong. Pengendara dari atas (Batu) yang mengalami rem blong bisa menggunakan jalur penyelamat ini untuk menghindari kecelakaan fatal,” ujar Pj Kapolsek Pacet, Muhammad Khoirul Umam, Senin (25/3/2025).
Tikungan Gotekan dikenal sebagai titik rawan kecelakaan akibat kendaraan yang mengalami rem blong. Jalur ini menghubungkan Cangar, Kota Batu, dengan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, melalui turunan yang curam dan panjang. Padahal, jalur Cangar-Pacet merupakan rute yang sering dilalui wisatawan.
Dengan adanya pembaruan jalur penyelamat ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran. [tin/beq]






