Gresik (beritajatim.com) – Proyek perbaikan Jalan Raya Bringkang di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, menuai keluhan dari para pengguna jalan. Selain memicu kemacetan pada jam-jam sibuk, kondisi jalan yang dipenuhi debu dinilai mengganggu kenyamanan dan membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Debu tebal yang beterbangan saat kendaraan melintas membuat jarak pandang berkurang. Banyak pengendara roda dua terpaksa mengenakan masker atau menutup wajah agar tidak menghirup debu selama perjalanan.
“Kalau siang debunya sangat tebal. Mata perih, napas juga terasa sesak. Semoga pengerjaan jalan segera selesai,” ujar Lutfi (38), salah seorang pengendara yang melintas, Jumat (3/7/2026).
Tidak hanya mengganggu pengguna jalan, debu dari proyek juga menempel pada kendaraan, rumah warga, hingga tempat usaha di sekitar lokasi. Warga berharap kontraktor pelaksana lebih rutin melakukan penyiraman jalan agar polusi debu dapat diminimalkan selama proses pembangunan berlangsung.
Meski demikian, masyarakat tetap mendukung perbaikan Jalan Raya Bringkang karena diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan setelah proyek selesai. Mereka hanya meminta pelaksanaan proyek disertai langkah-langkah mitigasi yang lebih optimal agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan.
Menanggapi keluhan tersebut, Camat Menganti Bagus Arief Jauhari mengatakan pihaknya telah mengingatkan pelaksana proyek sejak awal agar melakukan penyiraman jalan secara rutin setiap hari.
“Jauh hari sebelum pekerjaan perbaikan jalan dilakukan saya sudah meminta supaya pelaksana proyek setiap hari menyiram jalan agar tidak dikeluhkan oleh pengguna jalan yang melintas,” tuturnya.
Bagus juga menyarankan masyarakat memanfaatkan jalur alternatif selama proses pengerjaan berlangsung. Selain kondisi jalan yang berdebu, arus lalu lintas di kawasan tersebut kerap mengalami antrean panjang akibat penyempitan jalur.
“Sesuai kontraknya, perbaikan jalan nasional ini akan berakhir pada September 2026. Setelah jalan diuruk, kemudian dibeton agar tidak mudah bergelombang atau rusak,” imbuhnya.
Selama proyek berlangsung, pengendara diimbau mengurangi kecepatan saat melintasi area pekerjaan, menjaga jarak aman dengan kendaraan lain, serta menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu.
Masyarakat juga berharap kontraktor dapat mempercepat penyelesaian proyek tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kenyamanan pengguna jalan, serta pengendalian polusi debu di sepanjang Jalan Raya Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. [dny/but]






