Lamongan (beritajatim.com) – Stadion Surajaya Lamongan rencananya bakal diresmikan pada pekan kedua bulan Maret 2025, yang juga bertepatan dengan bulan Ramadan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan, Jawa Timur, Erwin Sulistya Pambudi memastikan pembangunan stadion tersebut telah rampung.
Meski konstruksi telah selesai, masih ada beberapa detail kecil yang perlu dibenahi, terutama terkait fasilitas ruang ganti pemain. “Untuk kekurangan interior ini tidak dianggarkan oleh Kementerian PUPR, sehingga nanti pemerintah daerah yang akan menambah fasilitas interior untuk ruang ganti pemain,” kata Erwin, Senin (24/2/2025).
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa peresmian Stadion Surajaya diperkirakan akan berlangsung pada 10-14 Maret 2025. Hal itu merujuk pada hasil rapat yang digelar pada 19 Februari 2025, yang dihadiri oleh perwakilan PSSI, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Wakil Menteri PUPR, serta sejumlah pihak terkait.

Peresmian ini tidak hanya mencakup Stadion Surajaya, tetapi juga Stadion Kanjuruhan Malang dan Gelora Delta Sidoarjo yang turut direnovasi.
“Rencananya tiga stadion ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Tapi kami belum bisa memastikan apakah peresmian akan dipusatkan di Stadion Surajaya Lamongan atau tidak. Ada dua kemungkinan, jika tidak di Gelora Delta Sidoarjo, maka akan di Surajaya Lamongan,” tuturnya.
Stadion Surajaya dibangun di atas lahan seluas 53.144 meter persegi dengan luas bangunan 14.673 meter persegi. Stadion ini memiliki kapasitas 11.214 kursi penonton dengan model single seat, yang terdiri dari tribun VVIP 114 unit, tribun VIP 454 unit, tribun reguler 10.612 unit, dan tribun difabel 34 unit.
Sebagai markas Persela Lamongan, stadion ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, antara lain dua ruang ganti pemain, tiga toilet pria, 13 toilet wanita, enam toilet VIP, dan dua toilet difabel. Selain itu, tersedia 12 musala, ground water tank (GWT) berkapasitas 100 meter kubik, serta genset berkapasitas 250 kVA. [fak/beq]






