Surabaya (beritajatim.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 1,28% ke level 7.766 pada perdagangan Senin (8/9/2025). Penurunan ini terjadi usai Presiden Prabowo Subianto mengumumkan reshuffle kabinet perdananya.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai reaksi pasar yang negatif ini masih tergolong wajar. Menurutnya, investor cenderung bersikap hati-hati dan menunggu arah kebijakan dari para menteri baru, terutama di sektor ekonomi.
“Tujuan reshuffle kabinet jelas untuk meningkatkan efisiensi dan memperkokoh kinerja pemerintahan. Reaksi pasar yang turun sementara ini adalah hal biasa,” kata Adik.
Fokus utama pengusaha tertuju pada posisi Menteri Keuangan yang kini berganti. Sosok Sri Mulyani yang dikenal disiplin membuat pasar terbiasa dengan kebijakan fiskal yang ketat.
“Begitu terjadi pergantian, wajar kalau pasar bereaksi negatif. Investor masih menunggu arah kebijakan Menteri Keuangan yang baru,” tambah Adik.
Menurutnya, tantangan besar bagi Menteri Keuangan baru adalah menjaga defisit fiskal tetap terkendali dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6-6,5% pada 2026.
Adik menekankan bahwa kepercayaan pasar harus segera dibangun kembali agar dana asing kembali masuk ke Indonesia.
Di tengah pelemahan IHSG, sektor industri hasil tembakau (IHT) justru mencatat penguatan saham. Pelaku industri berharap kebijakan cukai tidak terus dinaikkan di bawah kepemimpinan menteri baru.
Selain itu, Kadin Jatim juga menyoroti penunjukan Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi dan UKM. Adik menilai penunjukan ini positif karena Ferri memiliki kapabilitas dan pengalaman kuat dalam memajukan koperasi nasional.
“Kami optimistis sektor koperasi bisa makin maju di bawah kepemimpinannya,” ujarnya.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal yang disiplin dan dukungan pada sektor riil, Kadin Jatim yakin reshuffle ini dapat mempercepat laju ekonomi nasional.
“Investor mungkin menunggu, tapi kalau pemerintah konsisten, saya yakin pasar akan kembali positif,” pungkas Adik.[rea]






