Malang (beritajatim.com) – Bagi pecinta kuliner khas rumahan dengan cita rasa otentik, Sowan Si Mbok di Malang adalah tempat yang wajib dikunjungi. Resto ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga memiliki misi besar untuk melestarikan budaya Indonesia melalui masakan tradisional.
Phyraloka, pemilik Sowan Si Mbok, mengungkapkan bahwa resto ini hadir untuk menghadirkan kembali kenangan akan masakan ibu di rumah. Di Sowan Si Mbok, pengunjung bisa menikmati berbagai masakan khas Indonesia dengan bumbu rempah asli.
“Saya ingin memberikan ruang bagi penikmat kuliner untuk merasakan menu harian yang biasanya dimasakkan oleh ibunya. Sehingga, dengan datang ke Sowan Si Mbok, mereka bisa merasa seperti pulang ke rumah,” ungkapnya, pada beritajatim.com, Senin (3/2/2025).
Salah satu menu favorit yang banyak diburu adalah Sambal Meletub, yang terkenal dengan kepedasannya. Selain itu, ada juga sayur blendi, daging pedas, dan aneka sambal tradisional yang menggugah selera.

Soal harga, menu di sini cukup terjangkau, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000. “Kami memang menyasar keluarga maupun anak muda yang gemar kuliner pedas,” ujar Phyraloka.
Sowan Si Mbok resmi berdiri pada 8 Desember 2020, dan sejak saat itu telah menjadi salah satu tempat makan favorit di Malang. Restoran ini memiliki jam operasional dari pukul 09.00 hingga 21.00, dengan pengunjung yang datang dari Malang hingga Surabaya.
Segmentasi pengunjungnya pun beragam, mulai dari keluarga yang ingin bernostalgia dengan masakan rumah, hingga anak muda pencinta kuliner pedas.
Selain menikmati makanan lezat, pengunjung juga bisa melihat langsung koleksi Galeri Phyraloka, yang menampilkan batik khas Indonesia seperti Batik Topeng Panji Malangan dan Batik Koi Mblitaran. Batik yang diproduksi di sini adalah batik tulis asli, yang menambah nilai seni dan budaya di resto ini.
Bagi yang penasaran dengan menu dan aktivitas terbaru dari Sowan Si Mbok, bisa langsung mengikuti akun Instagram @sowansimbok dan TikTok Sowan Si Mbok. Jila sedang berada di Malang, jangan lupa mampir ke Sowan Si Mbok untuk menikmati masakan tradisional yang penuh nostalgia. [dan/aje]






