Surabaya (beritajatim.com) – Sosialisasi bertajuk Kesadaran Konsumen Terkait Keamanan Pangan yang diselenggarakan di Masjid Chengho Surabaya pada Sabtu (22/3/2025) malam disambut antusias oleh masyarakat.
Acara ini diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional, Komisariat Fakultas Hukum, Harian Disway, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Surabaya, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Yayasan Haji Muhamad Cengho Indonesia, dan Kantor Hukum Johannes Dipa Widjaja & Partners menggelar .
Acara untuk umum tersebut digelar di Masjid Cheng Hoo Surabaya, Jalan Gading, Genteng, Surabaya dengan sebuah hadiah 1 liter MinyaKita dan takjil bagi setiap masyarakat yang hadir.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Surabaya, Muljo Hardijana mengatakan, acara kolaborasi yang diadakan setiap tahunnya tersebut merupakan penutup di Ramadan 2025 ini.
“Sekarang ini kita menutup kegiatan kolaborasi di Bulan Ramadan tahun 2025 ini dengan pembagian MinyaKita dan takjil untuk berbuka puasa bersama dengan Yayasan Cheng Hoo Surabaya,” katanya.
Total ada 650 liter MinyaKita dengan kemasan botol bervolume 1 liter yang dibagikan kepada masyarakat, setelah acara buka bersama.
“Jadi kita tidak membatasi hanya sama-sama dengan kami (etnis Tionghoa). Artinya bebas, siapapun boleh bergabung. Untuk berkarya, untuk kesejahteraan masyarakat tujuannya adalah itu,” jelasnya.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Surabaya, Hasan Basri menambahkan, alasan pengambilan tema tersebut untuk bahan diskusi di waktu luang menjelang berbuka itu, untuk memberikan pengetahuan tentang kualitas, mutu, dan produk makanan maupun skincare.
“Mudah-mudahan dengan sosialisasi ini, masyarakat semakin bisa menilai kualitas mutu dan produk makanan maupun skincare. Semoga dapat menjadi berkah untuk semua,” tambahnya.
Dengan pembagian MinyaKita gratis tersebut, Hasan berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang menerima, di bulan yang penuh berkah ini.
“Semoga kegiatan di Bulan Ramadan ini dapat membantu masyarakat, khususnya yang membutuhkan. Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah hadir, dan semua pihak yang mendukung kegiatan ini,” lanjutnya.
Komisioner BPKN, Bambang Sugeng Ariadi Subagyono menjelaskan, dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari arti pentingnya kedudukan konsumen yang bermartabat.
“Dalam hal ini terkait beberapa produk makanan termasuk dalam skincare. Sehingga, diharapkan ada suatu aduan konsumen terkait produk yang merugikan. Aduan ini nanti bukan hanya untuk produk makanan, tetapi juga untuk produk skincare,” paparnya.
Menurutnya, skincare merupakan suatu produk yang menjadi perhatian oleh anggota DPR RI Komisi 6, yang dimana disebut banyak korban merugi akibat skincare yang overclaim atau mengandung bahan berbahaya bagi tubuh.
“Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini. Nanti ditambahkan kegiatan serupa di wilayah lain, di Jawa Timur,” sambungnya.
Sementara Johannes Dipa Widjaja menyebut, tujuan kolaborasi ini untuk memberikan sosialisasi terkait dengan keamanan pangan dari sudut pandang Badan Perlindungan Konsumen Nasional.
“Saya berharap kolaborasi dan kerjasama ini dapat berlangsung, berkelanjutan dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, dan kegiatan ini dapat mendatangkan manfaat, keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” pungkasnya. [uci/kun]






