Malang (beritajatim.com) – Polres Malang menetapkan sopir Hiace sebagai tersangka kecelakaan di Jalan Tol Malang-Pandaan KM 85.400A masuk wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kecelakaan tersebut menewaskan dua orang serta melukai enam penumpang.
“Untuk sopir rental ini menjemput rombongan di daerah Sedati, Sidoarjo. Sopir kita tetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan ini,” ungkap Kasatlantas Polres Malang AKP Agnis Juwita, Kamis (31/8/2023) siang.
Adapun identitas pengemudi Toyota Hiace nopol W-7619-N atas nama M.Nafidz (23), warga Krajan, Desa Tanggir, Kecamatan Sanggrahan, Kabupaten Tuban. Sementara pengemudi truk Isuzu NKR66 nopol E-8879-BA atas nama Subadi (52), warga Mentaraman, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Menurut Agnis, kecelakaan ini menyebabkan dua orang meninggal dunia empat orang luka berat dan dua orang lagi luka ringan.
“Seluruh korban ini merupakan penumpang travel Hiace, 8 orang ini berasal dari Kalimantan Barat. Mayoritas umurnya di atas 60 tahun, jadi untuk hasil penyelidikan untuk pengemudi ini memang, sopir pada hari senin ini baru selesai mengemudi dari Tuban kembali ke Sidoarjo. Lalu sesampainya di sidoarjo bukan istirahat tapi malah mungkin pengakuannya adalah ngopi bersama temannya di angkringan, sampai dengan pukul jam 2 pagi,” tutur Agnis.
BACA JUGA:
Ini Identitas Korban Laka Tol Malang-Pandaan, 2 Meninggal
Sopir lalu tidur sejam di angkringan tersebut. Sambung Agnis, sekitar pukul 3 pagi sopir mengambil kendaraan di tempat travel, dari tempat rental ini lalu mengambil sekitar pukul 5 pagi sudah menjemput tamu.
“Dari sini memang yang bersangkutan kurang tidur, mengalami kelelahan yang cukup ekstrim sehingga pada saat di tempat kejadian perkara memang mengantuk dan terjadilah microsleep. Nah disini terlihat tidak adanya pengereman pada saat kejadian. Untuk truk sendiri sudah jelas sekali terlihat bahwa sudah menggunakan sein ke kanan, karena untuk mendahului kendaraan truk tronton yang ada di depannya. Namun pada saat yang bersamaan dari pengemudi hiace ini tidak menggunakan rem sama sekali dan tertidur sementara sehingga menabrak dari belakang truk yang ada di depannya,” beber Agnis.
Agnis mengaku, pada saat kecelakaan terjadi, pihaknya cepat melakukan evakuasi karena kebetulan, Petugas sedang melakukan pemantauan lalu lintas secara rutin. “Petugas kami dengan cepat memanggil ambulan yang ada dan tercepat di sekitaran Singosari untuk menuju TKP. Sehingga dalam pelaksanaanya ini kita penanganan sangat kita maksimalkan,” tegas Agnis.
Korban kemudian dibawa ke tiga rumah sakit. Yakni RS Marsudi Waluyo, RS Prima Husada dan RSSA Malang. “Korban meninggal di tempat 1 orang, tepat di sebelah supir. Korban kedua meninggal dalam perawatan di RS Prima Husada Singosari. Sementara korban lainnya ada yang operasi bahu, melaksanakan operasi bagian kepala, lainnya dalam perawatan,” ujar Agnis.
BACA JUGA:
Laka Tol Malang-Pandaan, Dua Tewas dan Enam Luka-Luka
Agnis bilang, pihaknya menetapkan bahwa pengemudi hiace nopol W 7619 N sebagai tersangka. “Kita tetapkan sebagai tersangka. Kita jerat pasal 310 ayat 4 ayat 3 dan ayat 2 yaitu karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia, mengalami luka berat dan luka ringan,” tuturnya.
Agnis menambahkan, rombongan keluarga korban ini punya saudara yang berkuliah di Malang. Kemudian setelah menjenguk, tujuan utama bersama sama ingin wisata ke Masjid Tiban yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
“Penyebab kecelakaan sopir mengalami Microsleep, ini sangat menjadi perhatian khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Karena memang beberapa kali kejadian yang menyebabkan meninggal dunia apalagi ini ada 2 orang dan lebih, karena microsleep
jadi dimohon sekali kepada para pengendara yang merasa sudah sangat lelah, kurang tidur, kurang istirahat silahkan berhenti sejenak untuk melakukan peregangan badan atau tidur sebentar,” kata Agnis.
“Yang penting istirahat sebentar, tidur sebentar, itu sudah sangat membantu kita dalam mengemudi. Jadi tolong jangan dipaksakan, apalagi memang sadar bahwa pekerjaannya adalah pengemudi rental atau travel. Ini sangat penting sekali untuk menjaga keselamatan nyawa orang lain,” Agnis mengakhiri. [yog/beq]






