Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya kembali meminta keadilan terhadap ancaman sanksi dari PSSI. Bajul Ijo terancam disanksi PSSI lantaran ada suporter yang menyaksikan secara langsung laga away melawan Persija di Jakarta.
Manajer Persebaa, Yahya Alkatiri mengatakan ada chant provokasi dalam pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta minggu ke lima kemarin.
“Di stadion itu bukan hanya suporternya Persija sama suporter Persebaya, tapi ada satu lagi suporter yang kok bisa ada di sana, dan memancing keributan dan mengeluarkan chant rasis,” ungkap Yahya.
Yahya Alkatiri menyebutkan saat pertandingan ada chant rasis di Stadion GBK Jakarta. Bahkan ia sampai meminta petugas LIB untuk mengentikan pertandingan sementara.
Hal itu bukan tanpa alasan. Permintaan itu belajar dari tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa.
Mantan manajer Persik Kediri ini pun menjelaskan waktu sidang Kanjuruhan, saat kami menjadi saksi, salah satu pertanyaan, kenapa ketika chant seperti itu kok masih dilanjutkan, padahal secara regulasi bisa diberhentikan.
BACA JUGA:
Bonek Writers Forum: Kohesivitas Tim Lemah, Persebaya Perlu Psikolog
“Saya sudah ngomong ke LIB, tapi salah satu petugas LIB tetap melakukan itu. Makanya, saya sempat menanyakan, LIB ini cuma mau menyelenggarakan sampai selesai atau faktor keamanan juga didukung,” tambahnya.
Sayangnya saat kejadian chant rasis ini pihak PT LIB yang tengah bertugas memantau pertandingan Persija vs Persebaya abai atas imbauan pihak Persebaya, dan Yahya Alkatiri langsung menjalin komunikasi dengan direktur operasional PT LIB.
“Saya sudah berkomunikasi dengan direktur operasional PT LIB bahwa kemarin petugas di lapangan ketika saya ngomong seperti itu dia tidak mengiyakan, dan itu sebenarnya berisiko,” jelas Yahya.
Ia berharap, semua pertandingan di kompetisi Indonesia langsung dihentikan ketika terdapat chant rasis.
“Karena itu ancaman pembunuhan, di negara kita ancaman itu ada pidananya,” jelas Yahya Alkatiri.
Ia juga berharap pihak keamanan mau kerja ekstra untuk kemajuan sepak bola Tanah Air dengan menertibkan pihak-pihak yang melakukan chant rasis.
BACA JUGA:
Mantan Superstar Persebaya Absen Lawan Madura United
“Saya berharap juga pihak kepolisian Polda Metro, di stadion GBK itu ada CCTV, tolong CCTV itu dibuka, siapa provokator-provokator yang masih ingin sepak bola Indonesia ini rusak, itu ditangkap,” pungkasnya.
Bukan hanya permasalahan chant, Persebaya masih memiliki satu masalah lain yakni terancam di sanksi kembali karena suporter tim away datang ke Gelora Bung Karno.
Sebelumnya, Persebaya sudah mendapat sanksi dari Komdis PSSI sebesar Rp25 juta, karena Bonek ketahuan away saat Persebaya menyambangi markas PSIS Semarang, Minggu (16/7/2023).
“kalau memang ada sanksi, tapi saya minta semuanya adil. Yang pertama, semoga larangan itu segera dievaluasi, itu yang paling penting,” jawab Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri. [way/beq]






