Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan fokus timnya dalam menghadapi delapan pertandingan sisa kompetisi Super League 2026.
“Target kami harus pertandingan per pertandingan. Kami tidak bisa fokus terlalu jauh karena sepak bola berubah sangat cepat,” ungkapnya, Selasa (7/4/2026) di Lapangan B GBT Surabaya.
Menurutnya, saat ini yang menjadi perhatian utama adalah perolehan poin. Berapa pun poin yang diraih Persebaya dinilai sangat penting karena berdampak pada posisi di klasemen.
“Sekarang tiga poin kami dapat. Selanjutnya kami perlu pemulihan untuk persiapan melawan Persija. Kami tahu Persija saat bermain di kandang sangat bagus. Mereka juga berjuang untuk menjadi juara,” ungkapnya.
Mantan pelatih PSM itu menilai euforia kemenangan atas Persita Tangerang sudah cukup. Ia meminta para pemain tetap rendah hati mengingat masih banyak pertandingan yang harus dijalani.
Selain itu, posisi Persebaya di klasemen sementara dinilai belum aman. Tim berjuluk Bajul Ijo masih berpotensi digeser oleh tim lain. “Posisi kami saat ini belum sesuai skenario sempurna,” jelasnya singkat.
Ia juga mengakui hingga menjelang akhir kompetisi, timnya belum menemukan jati diri. Kondisi ini tak lepas dari badai cedera yang membuat komposisi pemain terus berubah. “Kami ingin semua pemain bisa bermain. Ini bisa memunculkan persaingan di latihan,” jelasnya.
Dalam pertandingan sebelumnya, sejumlah pemain pilar tidak dapat diturunkan karena kondisi kebugaran yang belum optimal, di antaranya Bruno Moreira dan Gali Freitas. Namun, ada catatan positif dengan debut Bruno Paraiba di Stadion Gelora Bung Tomo. Tavares memberikan kesempatan bermain kepada pemain tersebut meski hanya sebagai pemain pengganti. (way/kun)






