Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, merespons gerakan inisiatif sekelompok masyarakat sipil dan akademisi yang membentuk Kabinet Bayangan (shadow cabinet) pada 17 Juli 2026 lalu.
Qodari menegaskan bahwa pemerintah pada prinsipnya menghargai setiap masukan dan kritik konstruktif.
”Kita menghargai semua masukan, semua saran, yang penting nanti dia pakai datanya,” ujar Qodari usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026) petang.
Meski shadow cabinet lazim dikenal dalam sistem parlementer untuk mengawasi dan menawarkan alternatif kebijakan, Qodari berharap gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada kritik, melainkan juga objektif dalam mengapresiasi program-program pemerintah yang telah berjalan baik sesuai fakta di lapangan.
Di tengah dinamika kritik yang dilayangkan oleh kelompok masyarakat sipil melalui wadah Kabinet Bayangan—yang dimotori pakar hukum tata negara Feri Amsari dan Ahmad Jilul QF—pemerintah mengajak publik melihat capaian riil di lapangan.
Qodari mencontohkan program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Presiden Prabowo Subianto bagi masyarakat kelompok kesejahteraan bawah (desil 1 dan 2).
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan berkualitas tersebut melibatkan kerja keras luar biasa dari para tenaga ahli hingga kementerian terkait.
”Jangan hanya yang kurang-kurang. Teman-teman bisa melihat bagaimana luar biasanya fasilitas pendidikan yang dibangun oleh Presiden Prabowo dan kabinet untuk masyarakat,” tegas Qodari, sembari memuji dedikasi para tenaga teknis kementerian yang mengawal proyek tersebut.
Pemerintah berharap kritik dari shadow cabinet dapat disampaikan secara komprehensif, berimbang, dan berlandaskan data yang akurat demi kemajuan bersama. (tok/ian)






