Sidoarjo (beritajatim.com) – SMP Widya Wiyata kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui pementasan drama bertajuk “Dramaturgi: Fragmen Nyanyian di Tanah Delta” yang digelar di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis proyek (Project Based Learning) sekaligus wujud kolaborasi antara dunia pendidikan dan seni yang mendapat dukungan dari Dewan Kesenian Sidoarjo.
Dukungan tersebut semakin memperkuat nilai artistik pementasan sekaligus menumbuhkan apresiasi siswa terhadap seni pertunjukan. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses kreatif yang memberikan pengalaman belajar lebih luas dan mendalam.
Seluruh siswa kelas VIII berpartisipasi aktif dalam proses produksi pertunjukan. Mereka terlibat mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, pemeranan tokoh, hingga penataan artistik yang meliputi kostum, properti, musik, dan tata panggung.
Tema “Tanah Delta” dipilih sebagai simbol kehidupan yang terus bergerak dan berkembang. Tema tersebut merepresentasikan perjalanan manusia serta dinamika sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Setiap fragmen yang dipentaskan menghadirkan pesan simbolik yang kuat sehingga pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para penonton.

Guru Bahasa Indonesia SMP Widya Wiyata, Cindy Fitriani B.R., S.Pd., Gr., mengatakan kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, serta keterampilan berpikir kritis.
“Keterlibatan siswa dalam seluruh proses kreatif membuat mereka dapat memahami makna karya sastra secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung,” ujarnya.
Kepala SMP Widya Wiyata, Inayah Sri Wardhani, S.Psi., turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan dari Dewan Kesenian Sidoarjo menjadi nilai tambah yang penting dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata.
Ia menilai kolaborasi antara sekolah dan pelaku seni mampu memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter melalui seni dan budaya.

Apresiasi juga datang dari para orang tua siswa yang hadir menyaksikan pementasan. Salah satunya, Vonny Helena Assa, orang tua Stuart, siswa kelas IX. Ia mengaku bangga melihat penampilan para siswa yang tampil penuh percaya diri dan totalitas di atas panggung.
Menurutnya, pengalaman seperti ini sangat berharga bagi perkembangan anak karena tidak hanya melatih keberanian, tetapi juga membangun kemampuan bekerja sama, bertanggung jawab, dan mengekspresikan diri.
Melalui pementasan “Dramaturgi: Fragmen Nyanyian di Tanah Delta”, SMP Widya Wiyata kembali menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan bermakna. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk berkembang secara akademik, artistik, dan sosial, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan dapat berjalan selaras dengan penguatan seni dan budaya. [but]






