Magetan (beritajatim.com) – Ribuan kendaraan siswa SMKN 1 Magetan kini terparkir di lapangan parkir Jalan Semeru, Bulukerto Magetan.
Hal itu ditengarai sebagai akibat perseteruan oknum guru dengan penyedia jasa parkir atau penitipan sepeda motor yang tak lain adalah warga di sekitar sekolah.
Namun, Joko Purnomo Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Magetan mengungkapkan instruksi untuk memarkir kendaraan di lahan parkir Semeru memang benar.
Namun, tak ada maksud untuk melarang siswa yang hendak parkir motor mereka di penitipan sepeda motor milik warga sekitar.
Joko mengungkapkan tak ada oknum guru atau pihak sekolah yang meminta warga bekerja sama untuk meminta bagi hasil dari jasa parkir atau penitipan sepeda motor itu.
“Selama ini kami kekurangan lahan parkir, kemudian Pemkab Magetan kan punya lahan parkir, kami coba manfaatkan. Lahan parkir milik pemkab Magetan di Semeru itu lebih murah. Tarifnya, Rp1000 per kendaraan, memang kelemahannya panas, tidak ada naungan,” kata Joko, Jumat (29/07/2022).
Joko menyebut jika tak ada maksud selain pertimbangan lebih murah dan diharapkan dapat mengurai kemacetan setiap bubaran sekolah. Pihaknya, sudah izin kepada Dinas Perhubungan Magetan dan para siswa diperbolehkan memarkir kendaraan mereka di lahan parkir Semeru selama mereka belajar di sekolah.
” Kalau sekolah minta bagian dari parkir kendaraan siswa fi tempat warga itu tidak benar, cuma memang kemarin ada kegiatan Osis, HUT kita minta bantuan biaya itu saja,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”smkn-1-magetan”]
Sekali lagi Joko menegaskan jika pihak sekolah tidak melarang siswa untuk parkir di tempat yang disediakan warga.
” Bagi yang mau silahkan bagi yang tidak mau parkir di Semeru ya gapapa. Sekolah tidak melarang siswa untuk parkir, selama parkirnya tidak sembarangan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, jika seribu lebih kendaraan roda dua milik siswa SMK Negeri 1 Magetan mendadak pindah parkir di lahan milik pemkab Magetan di jalan Semeru pada Kamis 28 Juli 2022. Kendaraan roda dua tersebut biasanya di parkir di penitipan milik warga sekitar sekolah.
Penyebab pindahnya parkir kendaraan para siswa ini diduga akibat adanya perseteruan antara pihak sekolah dengan para pemilik jasa penitipan sekitar sekolah. Sehingga pihak sekolah menginstruksikan pindah parkir di lahan milik pemkab setempat. (fiq/ted)






