Jember (beritajatim.com) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengirim 12 orang siswa untuk ikut kuliah di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 25-26 Februari 2025.
Program itu bernama ‘Program Ko Kurikuler Study to Campus’. Melalui program itu, Kepala Sekolah SMAN Sukosari Luqman Fariq ingin memberikan informasi mengenai dunia kampus yang sebenarnya.
Luqman berharap kegiatan ini menumbuhkan minat dan semangat di kalangan siswa untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Selama ini minat siswa SMAN Sukosari untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi masih tergolong rendah.
“Setiap tahunnya rata-rata hanya tiga sampai lima siswa kami yang diterima di PTN,” kata Luqman, sebagaimana dilansir Humas Unej, Jumat (28/2/2025).
Padahal, menurut Luqman, banyak orang tua siswa yang secara ekonomi mampu. Namun mereka tidak memberikan dorongan kepada sang anak untuk meneruskan kuliah, karena merasa cukup dengan pendidikan SMA.
Jika ada yang kuliah, lanjut Luqman, pilihan mereka terbatas. “Jika tidak ke FKIP untuk jadi guru, akan memilih program studi di rumpun kesehatan seperti keperawatan atau kebidanan. Mereka memilih program studi tersebut juga atas saran orang tuanya,” katanya.
Kiat Luqman untuk memperkenalkan dunia kampus ini direspons bagus oleh Yonanda Zahra Maharani, salah satu siswa. “Walau hanya dua hari ikut kuliah, tapi banyak pengalaman dan wawasan baru yang saya dapatkan,” katanya, semakin yakin untuk meneruskan kuliah di Unej.
Nur Ayuningsih, guru SMAN Sukosari, bersyukur para siswa antusias menghadiri perkuliahan. “Sekarang pemikiran anak-anak makin terbuka, cahwa kuliah akan memberikan akses ke masa depan yang lebih baik,” katanya.
Wakil Rektor bidang Akademik Unej Slamin memuji kiat SMAN Sukosari. “Cara ini bisa mendorong siswa meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi yang artinya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi kita,” katanya. [wir]






