Yogyakarta (beritajatim.com) – Setelah memiliki lahan pertanian sehat dengan pola pertanian yang sepenuhnya organik, Kabupaten Sleman menargetkan memiliki lahan tanaman cabai yang juga sehat. Hal ini didorong oleh permintaan akan kebutuhan cabai yang terus meningkat. Selain itu, harga cabai terus mengalami kenaikan dan stabil pada tingkat yang tinggi.
Untuk itu, Kabupaten Sleman telah menyiapkan pusat tanaman cabai sehat dengan konsep penanaman cabai organik di lahan yang luas, yang diharapkan akan menjadi pusat cabai nasional yang ramah lingkungan. Pusat cabai ini akan dibangun di Kelurahan Mororejo, Kecamatan Tempel, Sleman.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Suparmono, menyatakan pada hari Rabu (4/10/2023) bahwa dengan Kabupaten Sleman menjadi pusat cabai, pertanaman cabai sepanjang tahun harus tersedia, yang berpotensi menyebabkan penurunan harga dan kerugian bagi para petani.
Namun, Pemerintah Kabupaten Sleman telah berupaya mengatasi masalah ini melalui berbagai langkah, seperti pengembangan lahan tanam, penanganan hama dan penyakit, penerapan teknologi dalam budidaya, pengaturan pola tanam, dan pengembangan pasar lelang cabai sebagai antisipasi terhadap penurunan harga cabai, agar petani tetap mendapatkan harga yang lebih baik.
Pramono menambahkan bahwa saat ini pasar masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan komoditas secara umum, sementara pasar yang lebih spesifik, seperti aspek kesehatan dan keamanan pangan, masih kurang dikembangkan. Hal ini memiliki potensi untuk pertumbuhan yang lebih baik dalam hal harga jual, tanpa berdampak besar pada inflasi.
“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan, berupaya mewujudkan hal tersebut melalui Pencanangan Cabai Sehat Ramah Lingkungan, sesuai dengan Instruksi Bupati Sleman No. 19/Instr/2023 tanggal 25 September 2023 tentang Sleman sebagai Kawasan Pertanian Sehat,” seperti yang dijelaskan oleh Suparmono.
Pencanangan ini menandakan bahwa pertanian di wilayah Sleman akan difokuskan untuk menjadi kawasan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, terutama pada komoditas pertanian unggulan seperti cabai untuk hortikultura, padi untuk tanaman pangan, dan telur untuk peternakan. Ini akan dilakukan melalui penerapan Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan.
BACA JUGA:
Dinas Pertanian Sleman Terapkan Sistem Pertanian Sehat
Bupati Kustini menyatakan bahwa dengan pencanangan ini, diharapkan para petani akan beralih dari penggunaan pupuk pestisida menjadi pupuk hayati. Hal ini diharapkan akan meningkatkan kualitas pertanian Sleman menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan.
“Dengan pencanangan cabai sehat hari ini, diharapkan masyarakat akan memahami bahwa cabai yang biasanya ditanam dengan pupuk pestisida dapat menggunakan pupuk hayati, sehingga ketika dikonsumsi, cabai tersebut akan lebih sehat,” tambahnya. [aje/but]






