Surabaya (beritajatim.com) — Produk skincare etiket biru kembali menjadi sorotan publik setelah dugaan keterlibatan oknum dalam jaringan distribusi ilegal mencuat.
Produk yang seharusnya hanya diperjualbelikan dengan resep dokter ini diduga beredar luas tanpa pengawasan ketat, dan BPOM pun ikut disorot karena ada indikasi keterlibatan pihak internal dalam praktik tersebut.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa lembaganya akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam jaringan ilegal ini, termasuk jika ada anggota BPOM yang terbukti bersalah.
“Tekad kami adalah menuntaskan semuanya. Kalau ada yang bermain, kami tindak, termasuk kalau ada ‘orang dalam’,” ujar Taruna, Rabu (2/10/2024).
Skincare etiket biru dikenal sebagai produk racikan dokter yang diperuntukkan bagi kebutuhan khusus pasien. Namun, adanya penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab telah membuat produk tersebut beredar bebas tanpa izin, berpotensi membahayakan kesehatan konsumen.
Produksi ilegal ini diduga melibatkan seorang pengusaha asal Bandung berinisial HS yang kini sedang dalam pemeriksaan BPOM.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, menjelaskan bahwa BPOM terus melakukan investigasi terkait dugaan tersebut.
“Proses sedang berjalan, dan kami akan segera sampaikan hasilnya,” kata Kashuri, menanggapi desakan publik atas kasus ini.
Isu ini semakin viral di media sosial, dengan banyak netizen mempertanyakan pengawasan BPOM yang dianggap lalai. Salah satu netizen dengan username @meiyinaa menulis, “Kok bisa lolos BPOM kak?” mengkritisi lemahnya pengawasan lembaga tersebut.
Desakan publik agar BPOM segera menyelesaikan penyelidikan ini semakin kuat, terlebih setelah dr. Richard Lee, seorang influencer sekaligus dokter kecantikan, membeberkan dalam podcast-nya bahwa pengusaha skincare HS memasarkan produk berbahaya tersebut secara bebas. Ia juga mengungkapkan bahwa pengusaha tersebut mencoba menggandeng influencer besar untuk mempromosikan produk ilegal itu.
BPOM kini berada di bawah tekanan untuk segera memberikan hasil investigasi yang transparan dan meyakinkan publik bahwa oknum nakal akan ditindak tanpa pandang bulu. “Hasilnya diharapkan keluar dalam waktu dekat,” pungkas Taruna. [asg/ian]






