Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih menghadapi kendala untuk menggalakkan vaksinasi Covid-19. Namun upaya untuk mendatangi rumah warga dengan memberikan bantuan sosial terus dilakukan.
“Masyarakat Jember masih banyak yang menolak itu, karena merasa situasi landai, tidak ada apa-apa. Sekali vaksin sudah cukup. Memberikan edukasi ini yang perlu kesabaran,” kata Bupati Hendy Siswanto, Rabu (2/3/2022).
Penolakan vaksinasi oleh salah satu warga Jember bernama Fitriana di Dusun Sungai Tengah, Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul sempat viral di media sosial. Di video itu terlihat aparat berusaha meyakinkan Fitriana agar mau divaksin Covid. Namun Fitriana tidak mau. Mungkin kesal, aparat menempuh cara lain. Sasarannya kelengkapan surat sepeda motor milik keluarga Fitriana. Bukannya berhasil, permasalahan justru kian runyam.
Hendy menegaskan tak akan mengubah strategi ‘door to door’ atau mendatangi rumah warga untuk memberikan vaksinasi. “Puskesmas juga prepare setip hari. Bantuan dari rukun tetangga dan rukun warga juga tetap kami harapkan,” katanya.
Hingga 1 Maret 2022 malam, dari total sasaran 1,999 juta warga Jember yang berusia di atas 12 tahun, sebanyak 1,562 juta orang (78,14 persen) mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sementara itu, dosis kedua sudah disuntikkan pada 1,011 juta warga (50,59 persen), dan baru 49.825 orang (2,49 persen) yang memperoleh dosis ketiga.
Sementara itu untuk warga lansia, ada 279.954 orang warga yang jadi sasaran. Sejauh ini, baru 174.287 orang warga (62,26 persen) yang disuntik dosis pertama, 102.833 warga (36,26 persen) yang disuntik dosis kedua, dan 5.790 warga (2,07 persen) yang mendapat dosis ketiga. Diperlukan 9.119 sasaran untuk mencapai target 40 persen lansia dosis kedua.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksinasi-jember”]
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Lilik Lailiyah mengaku sudah melakukan terobosan untuk menimgkatkan cakupan vaksinasi. “Kami bekerja sama dengan pembangian bantuan sosial dan tetap door to door, serta beberapa kiat lain tetap dilakukkan. Tapi cakupan vaksinasi masih kurang daro 40 persen (untuk vaksinasi lansia dosis kedua),” katanya.
Setiap kali pelaksanaan program Jember Hadir untuk Rakyat (JHUR) setiap Jumat dan Sabtu, Hendy meminta RT, RW, dan kepala desa agar membawa warga lanjut usia untuk mendapatkan vaksin dosis kedua. “Target 40 persen tinggal sedikit lagi. Kami akan kejar sampai 50 persen. Dikatakan aman jika 60-70 persen posisinya. Sebelum masuk Ramadan, akhir Maret ini, semua sudah harus clear, target vaksin tercapai,” katanya.
Selain itu, Pemkab Jember juga menggalakkan vaksinasi untuk anak-anak. Khusus anak-anak, hingga 1 Maret 2022, dari 220.884 sasaran, 97.919 orang (44,33 persen) sudah disuntik dosis pertama dan 613 (0,28 persen) yang disuntik dosis kedua. “Hari ini kami masuk program anak-anak usia 6-12 tahun. Sekitar 80 sekolah dasar sudah mulai kami gerakkan hari ini,” kata Hendy.
Kenapa Pemkab Jember mengejar target vaksinasi? “Karena dalam Instruksi Mendagri, vaksin tetap (jadi syarat level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM). Kami berharap teman-teman membantu sosialiasi vaksin, wajib,” kata Hendy. [wir/suf]






