Lumajang (beritajatim.com) – RSUD dr Haryoto Lumajang tengah melakukan proses Visum et Repertum (VeR) terhadap NS (14), siswi MTsN 1 Lumajang yang diduga menjadi korban peluru nyasar pada Rabu (4/2/2026). Langkah medis ini diambil guna memastikan jenis benda asing yang bersarang di paha dalam bagian kiri korban saat insiden terjadi di lingkungan sekolah.
Peristiwa mencekam tersebut dialami korban ketika sedang bermain bersama rekan-rekannya di koridor lantai dua gedung sekolah saat jam istirahat. Secara tiba-tiba, NS merasa kesakitan yang luar biasa pada bagian paha disertai dengan munculnya luka terbuka yang mengeluarkan darah.
Pihak keluarga langsung membawa korban ke RSUD dr Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan intensif setelah mendapati luka yang diduga akibat tembakan. Hingga saat ini, korban masih dalam penanganan tim medis sembari menunggu kepastian hukum terkait penyebab utama luka tersebut.
Plt Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang, dr Yana Susanti, mengonfirmasi pihaknya telah menerima surat permintaan resmi dari Kepolisian Resor (Polres) Lumajang. Prosedur visum dilakukan sesaat setelah pihak rumah sakit menerima mandat resmi guna mendukung proses penyelidikan kepolisian.
“Ya kami memang sudah menerima surat permintaan visum dari kepolisian untuk selanjutnya diproses lebih lanjut,” terang Yana pada Jumat (6/2/2026).
Namun, pihak rumah sakit belum dapat memaparkan secara spesifik jenis proyektil atau benda yang tertanam pada paha korban. Yana menjelaskan bahwa identifikasi jenis benda asing tersebut memerlukan ketelitian tinggi melalui rangkaian proses visum oleh tim ahli. Fokus utama rumah sakit saat ini adalah memberikan perawatan medis terbaik bagi pemulihan kondisi fisik siswi asal Desa Lempeni tersebut.
“Jadi Itukan beda sesi ya, untuk jenis bendanya ini nanti akan keluar setelah proses visum, keterangan akan lebih teliti karena dilakukan oleh tim,” tambah Yana. Pihak rumah sakit berkomitmen transparan dalam memberikan data medis kepada pihak berwenang sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu dokumen resmi hasil pemeriksaan tersebut keluar. Kepolisian telah melakukan pengajuan visum sejak laporan pertama diterima guna mempercepat pengungkapan fakta di lapangan.
“Kalau untuk pengajuan visum sudah dilakukan saat setelah kejadian, tapi hasil belum kita terima sampai saat ini,” ungkap Suprapto saat memberikan keterangan pers. Data dari RSUD dr Haryoto nantinya akan menjadi pijakan utama bagi penyidik untuk menelusuri sumber asal dugaan peluru nyasar tersebut.
Polres Lumajang terus mendalami keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, termasuk guru dan siswa yang berada di sekitar gedung MTsN 1 Lumajang. Langkah ini diambil untuk menentukan apakah proyektil tersebut berasal dari aktivitas perburuan di luar sekolah atau faktor lainnya yang membahayakan nyawa siswa. [has/beq]






