Surabaya (beritajatim.com) – Semangat dan kreatifitas terpancar dari para siswa kelas 6 SDN Wonokusumo V/44 Surabaya dalam Pameran Unjuk Kerja & Karya (UKK) bertajuk Oyam Seltik (olahan ayam, seni lukis, dan batik), Rabu (15/5/2024).
Berbagai karya seni dan olahan makanan mereka pamerkan, menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga jutaan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari ujian nonakademis, di mana anak-anak kelas 6 diajak mengasah keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan mereka,” ujar Plt Kepala SDN Wonokusumo V/44 Surabaya Riyo Darminto, Rabu (15/5/2024).
Riyo menjelaskan, UKK merupakan implementasi Kurikulum Merdeka Pelajar yang menitikberatkan pada pengembangan karakter dan keterampilan siswa. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar berani, kompak, gotong royong, kritis, kreatif, dan berjiwa wirausaha.
“Kegiatan ini dilakukan minimal satu kali setahun, dan maksimal dua kali setahun. Pameran ini kami adakan sebagai bentuk apresiasi atas proses yang telah mereka lakukan,” imbuh Riyo.
Antusiasme pengunjung mewarnai pameran ini. Para guru dan wali murid dibuat takjub dengan hasil karya para siswa. Bahkan, seluruh produk yang dijajakan oleh 25 kelompok siswa ludes terjual.
“Hasilnya lumayan, bisa untuk sangu mereka. Ke depan, kami akan fokus pada tema yang lebih kekinian dan berkelanjutan,” kata dia.
Sementara, Ketua acara Pameran UKK, Tutik Rahayu, menjelaskan bahwa pameran ini diikuti oleh 25 kelompok siswa kelas 6, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5-6 siswa.
Selain pameran karya, Tutik juga mengungkapkan bahwa ada pentas seni yang dimeriahkan oleh siswa lintas kelas, menampilkan fashion show, menyanyi solo, qiroati, tari remo, tari pitik walik, silat, dan samroh.
Wakil ketua acara, Dewi Ratih, mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Dari hasil karya mereka, lanjut dia, mereka bisa meraup uang hingga jutaan rupiah.
“Totalnya bisa mencapai jutaan rupiah. Contohnya, pot bunga dari semen yang dilukis siswa dijual seharga Rp30 ribu. Ada juga makanan olahan ayam seperti dimsum dan sushi yang dijual Rp3-10 ribu, dan kaos batik jumputan,” jelas guru pengajar kelas 6 ini.
Menurut dia, pameran UKK Oyam Seltik menjadi bukti nyata bahwa dengan kreativitas dan semangat, para siswa mampu menghasilkan karya yang bernilai dan menghasilkan keuntungan.
“Semoga kegiatan ini dapat memotivasi para siswa untuk terus mengembangkan bakat dan potensi mereka di masa depan,” pungkas dia. [asg/ian]






