Blitar (beritajatim.com) – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Blitar angkat tangan terkait kasus atlet Panjat Tebing Blitar yang gagal masuk SMA favorit dari jalur prestasi. Menurut Cabdin Blitar semua proses seleksi siswa baru dilakukan secara mutlak oleh pihak sekolah, pihaknya pun tak ikut campur dalam hal itu.
Kasi SMA PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Blitar, Abusani Abisalfa mengatakan, jika kegagalan yang terjadi pada siswa jalur prestasi tersebut karena penilaian yang kurang atau juga kuota yang terbatas. Abusani mengatakan, pendaftaran melalui jalur prestasi hanya tersedia beberapa kuota saja.
Sementara bobot penilaian juga dibedakan untuk perlombaan prestasi berjenjang baik di tingkat kota maupun provinsi bahkan nasional.
“Ya pastinya nilai atau skor untuk prestasi tingkat kota akan berbeda nilainya dengan yang tingkat provinsi atau Jawa Timur,” ucap Abusani, Kamis (3/7/2025).
Abusani menyebut jika kejadian tersebut sudah menjadi perhatian pihaknya dan sudah dilaporkan ke pimpinan. Kasus ini pun akan menjadi atensi Cabang Dinas Pendidikan Blitar.
“Sebenarnya kegagalan tersebut bisa saja terjadi karena data yang terupload tidak sesuai. nanti kami cek lagi,” tandasnya.
Pihaknya menegaskan, jika prestasi di Provinsi memiliki nilai skor yang lebih tinggi dibandingkan tingkat kota atau kabupaten. Maka dari itu pihaknya akan meninjau kembali proses seleksi di SMA favorit tersebut.
“Masing-masing sekolah sudah memiliki tim verifikasi sendiri. Yang itu nantinya menentukan lolos atau tidaknya calon siswa di jalur prestasi,” tandasnya.
Abusani tidak membantah, jika tim verifikasi beranggotakan pihak sekolah saja, dan tidak ada yang berasal dari Cabang Dinas Pendidikan Blitar. Cabdin pun tidak ikut campur dalam proses verifikasi nilai calon siswa.
“Ya tim verifikasi ini memang anggotanya dari guru-guru dari sekolah yang bersangkutan. Tidak ada verifikator dari pihak luar,” ucapnya.
Abusani menyebut, jika memang nanti ditemukan kekeliruan, namun keputusan yang sudah dibuat sudah mutlak dan tidak bisa diubah lagi. Sehingga dipastikan siswa tersebut gagal masuk SMA favorit tersebut.
“Hasilnya sudah masuk sistem, ya tidak bisa diubah lagi. Kan tidak harus sekolah di SMA tersebut. Masih ada sekolah swasta, ataupun SMK,” tutupnya.
Sebelumnya, nasib tak mengenakan dialami oleh atlet panjat tebing asal Kota Blitar, Ganendra Giri. Meski Giri mampu memperoleh medali emas dalam ajang Porprov Jawa Timur tahun 2025, namun dirinya harus menerima kenyataan bahwa ia ditolak masuk di SMA favorit di Kota Blitar.
Kenyataan itu pun menjadi kado pahit di tengah prestasinya mengharumkan Kota Blitar ditingkat regional Jawa Timur. Atlet 15 tahun itu tak menyangka prestasinya di bidang panjat tebing tidak dihargai oleh salah satu SMA favorit di Kota Blitar.
“Saya tidak tahu, alasan tidak diterima apa. Cuma tidak diterima saja. Padahal piagam-piagam saya sudah saya sertakan semua,” ucap Ganendra Giri, Rabu (2/7/2025).
Prestasi Ganendra Giri sendiri sebenarnya tidak main-main. Bocah berusia 15 tahun ini sudah melanglang buana dari Kejurprov dan Kejurnas di Indonesia di cabang olahraga panjat tebing. Prestasi yang didapat juga tidak kaleng-kaleng, Giri beberapa kali menjadi wakil dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur untuk maju ke tingkat nasional.
Terbaru sebelum berangkat bersama kontingen di Porprov Jatim, Giri sudah lebih dulu berjuang di Kejurnas Panjat Tebing di Tangerang Jawa Barat, pada 18-24 Juni 2025 lalu. Namun ternyata sederet prestasi yang ditorehkan Giri tersebut tak dianggap oleh pihak SMA.
Giri merasa kerja keras selama ini tak dipandang. Padahal ia berjuang bukan untuk dirinya sendiri namun juga membawa nama Kota Blitar.
“Frustrasi pasti karena saya kan sebenarnya berjuang juga untuk Kota Blitar, namun kok seperti tidak dihargai,” kecewanya. (owi/ian)







14 Komentar
Kalah sama titipan”
Betul mungkin ada nilai nya lebih ..itu alasan yg paling masuk akal..
Bubarkan saja Kab Blitar dan SMA tersebut serta sanksi berat utk tim verivikasi, kalo tdk bisa mengakomodir atlit berprestasi tersebut. Data dan fakta bisa dipertimbangkan dgn kebijakan utk membuka aplikasi yg bermasalah. Komen ini hanya berdasarkan tulisan artikel ini saja, kalo ada alasan lain atau infonya berbeda dgn artikel, komennyapun bisa berbeda.
Semangat prestasi, semangat hati nurani.
hengkang ke kota tetangga saja, khusus atlet2 berprestasi.
Monggo kabupaten lain silakan bajak mas Ganendra Giri…
Salah pilih sekolah yg gak ada ekskul panjat tebing yang. Harusnya pilih sekolah yg ada ekskul panjat tebing yang, pasti bisa masuk.
Ya begitulah . Uang berbicara ..
itu hal yg tdk kaget lg8, krn mafia pendidikn itu sdh dari jamn orba. itu bkn rahasia lgi
Aneh!! Yg prestasi malah gak masuk wkwkkwk KOPLAK !!
Sayang, Atlit berharga, di buang sia -sia.
Gmn ni bu Kofifah…. ?
Masa harus nyambat ke Bapak Aing… ?
Gmn ni bu Khofifa…. ?
Masa harus ke Bapak Aing… ?
Salah pilih sekolah yg gak ada ekskul panjat tebing yang. Harusnya pilih sekolah yg ada ekskul panjat tebing yang, pasti bisa masuk.
Semoga dibantu Bu Gubernur, anak baik dan berprestasi mestinya dibantu,