Blitar (beritajatim.com) – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mulai bergerak cepat menyisir aset-aset daerah yang selama ini terbengkalai. Langkah ini dilakukan Mas Ibin (sapaan akrab Wali Kota Blitar) dalam rangka menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dan memaksimalkan setiap potensi aset yang ada.
Mas Ibin tidak ingin aset Pemerintah Kota Blitar menganggur dan terbengkalai begitu saja. Wali Kota Blitar itu pun kini telah membentuk tim untuk mengurusi hal itu. Bahkan saat ini tim bentukan Mas Ibin tengah memetakan aset-aset yang tidak lagi digunakan secara optimal, seperti ruko dan tempat usaha kosong di area pasar.
“Aset berupa barang yang sudah tidak layak itu supaya dihapuskan. Tapi kalau pendayagunaan, itu aset-aset yang sudah tidak digunakan. Kami melakukan pemetaan potensi aset-aset,” ujar Mas Ibin, Senin (4/8/2025).
Pemkot Blitar tidak hanya fokus pada pendataan, tetapi juga membuka keran partisipasi masyarakat. Wali Kota Syauqul Muhibbin menawarkan kemudahan bagi pelaku usaha yang berminat memanfaatkan aset-aset pemerintah yang kosong.
“Kami lebih terbuka mengelola optimalisasi kelola, layaknya seperti kita menjual kos-kosan. Misalnya, ruko ini kosong lalu disewakan dan hubungi,” katanya,
Selain itu, Pemkot Blitar juga akan membenahi tata kelola pajak dan sistem reproduksi aset menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan teknologi. Penggunaan sistem elektronik untuk pengelolaan pusat parkir umum dan potensi lainnya menjadi salah satu target utama.
“Semua akan kami sisir pelan-pelan. Kami juga akan buat tata kelola sumber-sumber potensi baru,” ungkapnya.
Di samping mengoptimalkan aset, Pemkot Blitar juga menyiapkan insentif bagi para pelaku usaha, seperti pengusaha restoran dan hotel, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Blitar. [owi/beq]






