Banyuwangi (beritajatim.com) – Sineas muda Banyuwangi membuktikan kemampuan bisa membikin karya yang menarik. Pembuktikan itu lewat diputarnya film pendek berjudul Garising Pesthi.
Film tersebut mampu memikat penggemar sinema. Karya garapan Nanda Andalibtha ini berhasil meraih juara pertama dalam ajang Banyuwangi Film Festival (BFF) beberapa waktu lalu.
Sineas muda asal Kecamatan Genteng itu menyajikan film berlatar cerita utama tentang penerimaan terhadap takdir Tuhan.
“Film ini digarap pada Oktober-November tahun kemarin. Mengisahkan tentang penerimaan terhadap takdir Tuhan. Sebagaimana judulnya yang bermakna garis ketetapan,” ungkap gadis yang menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tersebut.
BACA JUGA:
Berkat Merawat Sungai, Banyuwangi Masuk 30 Besar Inovasi Pelayanan Publik Jatim 2023
Tak dipungkiri, kreativitas para sineas muda di Banyuwangi cukup potensial. Karyanya cukup diakui dan mereka banyak yang berkiprah di industri film nasional.
“Industri film di Banyuwangi layak untuk dikembangkan lebih jauh,” terang Ketua Komisi Film Daerah (KFD) Banyuwangi Bambang.
Banyuwangi, kata Bambang, memang unggul di sisi sumber daya manusia. Selain itu, juga memiliki potensi alam dan budaya luar biasa, yang menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia perfilman.
“Akhir-akhir ini banyak film yang syuting di Banyuwangi atau menggunakan budaya Banyuwangi sebagai latar cerita. Ini menarik sebagai ajang promosi wisata,” ujarnya.
BACA JUGA:
Ini Kunci Banyuwangi Raih JDIHN Award 4 Kali Beruntun
Kondisi itu, juga tak terlepas dari perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Bahkan, Pemkab menyebut film juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi kreatif Banyuwangi.
“Dari sebuah film ini, melibatkan banyak sektor kreatif lainnya. Seperti halnya sutradara, videografer, artisnya, penulisnya, penata musik hingga make up artisnya. Ini adalah ekonomi kreatif yang harus dikembangkan,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Sehingga, kata Ipuk, ke depan harapan besar para sineas muda Banyuwangi mampu menghadirkan film yang bermutu dan mengedukasi. Terutama, dapat mengangkat kekayaan budaya dan keindahan Banyuwangi.
“Apa yang menjadi potensi Banyuwangi ini bisa dipromosikan lewat film,” pungkasnya. [rin/beq]






