Surabaya (beritajatim.com) – Diabetes, penyakit yang dulu dianggap sebagai penyakit orang tua, kini menjadi ancaman kesehatan yang semakin serius. Tak hanya mengintai orang dewasa, faktanya anak muda pun rentan terkena diabetes. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pengetahuan mengenai gejala awal diabetes menjadi sangat penting.
Deteksi dini diabetes memegang peranan krusial. Dengan mengenali gejalanya sejak dini, Anda bisa segera mengambil tindakan yang tepat untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi serius di masa mendatang. Melansir Cleveland Clinic, berikut beberapa gejala awal diabetes yang perlu kalian waspadai:
1. Haus Luar Biasa (Polidipsia)
Pernahkah kalian merasa haus terus-menerus meskipun sudah minum banyak air? Kondisi ini, yang dikenal dengan polidipsia, bisa menjadi indikasi awal diabetes. Tubuh yang kesulitan mengontrol kadar gula darah akan berusaha mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Akibatnya, kalian akan mengalami dehidrasi dan terus-menerus merasa haus.
2. Sering Buang Air Kecil (Poliuria)
Buang air kecil lebih sering dari biasanya, terutama di malam hari, bisa menjadi pertanda diabetes. Kondisi ini disebut poliuria dan terjadi karena ginjal bekerja ekstra keras untuk mengeluarkan kelebihan gula darah melalui urine.
3. Kelelahan yang Tak Kunjung Hilang
Rasa lelah yang terus-menerus meski sudah cukup istirahat bisa menjadi sinyal bahaya diabetes. Ketika tubuh tidak bisa menggunakan gula darah secara efektif sebagai sumber energi, sel-sel tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Hal ini bisa membuat kalian merasa lelah, lemas, dan lesu sepanjang hari.
4. Berat Badan Turun Tanpa Diet
Perlu diingat, penurunan berat badan yang sehat biasanya terjadi secara bertahap dan diiringi dengan perubahan pola makan atau olahraga rutin. Namun, jika berat badan kalian turun secara drastis tanpa diet atau olahraga, waspadalah terhadap kemungkinan diabetes. Hal ini terjadi karena tubuh mulai memecah lemak dan otot untuk diubah menjadi energi alternatif akibat ketidakmampuan menggunakan gula darah dengan baik.
5. Kesemutan dan Mati Rasa di Tangan dan Kaki
Gejala diabetes lainnya yang tak boleh diabaikan adalah mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki. Kondisi ini, yang dikenal dengan neuropati diabetik, disebabkan oleh kerusakan saraf akibat tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama. Jika tidak ditangani dengan baik, neuropati diabetik bisa semakin parah dan menyebabkan hilangnya sensasi pada tangan dan kaki, sehingga meningkatkan risiko cedera dan infeksi.
6. Luka Lambat Sembuh
Diabetes dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka. Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke area yang terluka. Akibatnya, proses penyembuhan luka menjadi terhambat. Jika kalian mendapati luka kecil atau goresan yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Ingat, tidak semua orang dengan diabetes akan mengalami keenam gejala di atas. Namun, jika kalian merasakan beberapa gejala tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Deteksi dini diabetes sangatlah penting untuk mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kebutaan.
Dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan deteksi dini, kalian dapat menjaga kesehatan dan terhindar dari diabetes. Yuk, jadikan hidup lebih sehat dan berkualitas! [mnd/aje]






