Bondowoso (beritajatim.com) — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bondowoso menggelar silaturahmi Ramadan dan buka puasa bersama jajaran pengurus partai tingkat kecamatan (PAC), Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari safari Ramadan yang digelar pengurus provinsi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ketua DPC PDIP Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengatakan kegiatan itu tidak sekadar ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi sekaligus konsolidasi internal partai.
“Kami mengadakan acara silaturahmi Ramadan sekaligus buka puasa bersama. Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Buya Said Abdullah>, karena teman-teman PAC, DPC, sekretariatan hingga keamanan mendapatkan semacam THR,” ujarnya.
Ia menyebut kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 23 PAC di Bondowoso. Setiap PAC mengirim sembilan orang perwakilan sehingga total peserta sekitar 207 orang. Selain pengurus PAC, kegiatan itu juga dihadiri perwakilan organisasi sayap partai Banteng Muda Indonesia (BMI).
Menurut Sinung, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi penyemangat bagi kader untuk bergerak lebih solid ke depan.
“Sekaligus dalam kesempatan ini kita bersilaturahmi, beramah tamah, dan melakukan konsolidasi ringan. Ini bukan seremonial semata, tetapi setidaknya menjadi penyemangat kita untuk bergerak lebih baik ke depan,” katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPD PDIP Jawa Timur, Martin Hamonangan, mengatakan kegiatan serupa dilaksanakan di 38 kabupaten/kota sebagai bagian dari safari Ramadan partai.
“Ini memang kita laksanakan di 38 kabupaten/kota, safari Ramadan dan berbuka puasa bersama PAC sebagai struktur partai di bawah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pengurus provinsi kepada kader di tingkat bawah. Dalam kesempatan itu, pengurus provinsi memberikan tali asih kepada struktur PAC serta santunan kepada anak yatim.
“Kalau mau dibilang THR ya monggo. Ini bagian perhatian dari pengurus provinsi agar bisa dipergunakan menjelang Lebaran bersama keluarga mereka,” katanya.
Martin menegaskan kekuatan partai ke depan bergantung pada kedekatan kader dengan masyarakat. Karena itu, kader diminta lebih aktif turun langsung ke lapangan. “Kita harus turun kepada kebutuhan masyarakat di bawah. Jangan hanya berbicara di awang-awang, tapi harus konkret,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan imbauan kepada kader yang berada di legislatif maupun eksekutif untuk mengurangi kegiatan seremonial dan lebih fokus pada program yang memberdayakan masyarakat. “Kegiatan seremonial-seremonial dikurangi saja. Bupati, wakil bupati, wali kota harus turun. Kita harus konkret melaksanakan fungsi dan kewenangan kita masing-masing,” tegasnya. (awi/kun)






