Kediri (beritajatim.com) – Calon Wali Kota Kediri nomor urut 01 Vinanda Prameswati mengatakan, Muhammdiyah merupakan salah satu pilar pembangunan dalam sektor agama. Pernyataan ini disampaikan saat Vinanda dan wakilnya KH Qowimuddin Thoha (Gus Qowim) bersilaturahmi ke Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Kediri.
“Muhammadiyah telah banyak berkontribusi bagi negara baik dibidang sektor pendidikan, bidang kesehatan serta kegiatan sosial lainya. Kemajuan suatu kota tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah saja melainkan juga di butuhkan kontribusi dari berbagai pihak, salah satunya yaitu organisasi Muhammdiyah ini,” papar Vinanda.
Vinanda dan Gus Qowim meminta doa restu ke jajaran pengurus PD Muhammadiyah Kota Kediri untuk maju dalam Pilkada, 27 November nanti. Agenda tersebut menjadi ajang untuk saling mengenal satu sama lain, sekaligus menyatukan komitmen agar bisa mewujudkan Kota Kediri yang lebih maju.
“Kita berharap Pemerintah dan Muhammadiyah bisa berkolaborasi. Karena saya melihat Muhammdiyah merupakan salah satu pilar pembangunan dalam sektor agama,” imbuh tokoh muda yang aktif dalam pergerakan sosial kemasyarakatan ini.
Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN) Kota Kediri itu, berharap dengan adanya kegiatan ini, selain dapat mempererat ukuwah islamiiyah juga,bisa memberikan manfaat positif bagi semua. Dia menginginkan silahturahmi ini dapat terus terjalin untuk masa depan Kota Kediri yang lebih baik.
Menambahkan pernyataan Mbak Vinanda, Gus Qowim merasa bersyukur bisa bersilahturahmi dengan unsur pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Kediri. Pengasuh Pondok Pesantren AL-Ishlah Bandar Kidul, Kota Kediri itu berharap ke depan pihaknya bisa bersinergi bersama sama untuk menjadikan kota Kediri lebih baik.
Kehadiran Mbak Vinanda dan Gus Qowim mendapat sambutan hangat dari pengurus PD Muhammadiyah Kota Kediri. Dalam kesempatan itu, Ketua PD Muhammadiyah Kota Kediri Achmad Choirudin titip pesan kepada pasangan tokoh muda dan tokoh ulama tersebut.
“Siapa pun yang nantinya memimpin Kota Kediri, kami tentunya berharap agar program pemerintah bisa berkolaborasi dengan program Muhammadiyah,” kata Achmad Choirudin.
“Sesungguhnya dalam hal ini Muhammadiyah berusaha untuk melengkapi program pemerintah yang belum tercover. Mudah mudahan Pilkada Kota Kediri bisa berlansung aman, nyaman dan damai,” imbuhnya.
Selain itu ia juga tidak lupa memberikan wejangan kepada paslon nomor urut 01, bahwa kontestasi Pilkada tidak hanya sebatas mengambil hati warga Kota Kediri. Tetapi juga bagimana bisa memposisikan diri. Mampu berdiri tegak lebih memperioritaskan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi atau golongan.
“Tidak untuk kepentingan keluarga, kepentingan kelompok atau pun golongan. Jadi kepentingan bersama itu harus dikedepankan. Seoarang pemimpin atau walikota harus punya sifat negarawan. Jadi harus bisa berdiri diatas semua golongan,” pesannya didampingi sejumlah anggota DPRD kota Kediri sekaligus juga tim pemenangan.
Silatirahmi Mbak Vinanda dan Gus Qowim di PD Muhammadiyah Kota Kediri ini didampingi oleh sejumlah anggota DPRD setempat. Diantaranya Katino, Imam Wihdan Zarkasyi, Agung Purnomo serta mantan anggota Dewan Reza Darmawan.
Katino anggot DPRD Kota Kediri menyambut baik terselenggaranya acara silahturahmi tersebut. Menurut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri itu, Mbak Vinanda dan Gus Qowim sangat mengharapkan dukungan dari Muhammadiyah untuk niat mulia mereka.
“Kami selaku perwakilan dari partai pengusung calon, berharap mudah mudahan dari pertemuan ini ke depanya bisa membawa Kota Kediri bisa lebih baik. Karena tadi mbak Vinanda mengatakan bahwa tanpa adanya dukungan dari organisasi seperti Muhammadiyah maka Pemerintah masih kurang kuat. Makanya beliau ingin menggandeng semua organisasi agar kedepanya lebih baik dan lebih maju, ” tampaknya.
Pertemuan silahturahmi berlangsung kurang lebih 1 jam lamanya. Komunikasi dua arah terjalin baik. Pasangan Vinanda – Gus Qowim memberikan kesempatan kepada unsur pimpinan daerah Muhammadiyah Kota Kediri untuk bertanya langsung. Sebaliknya unsur pimpinan daerah Muhammadiyah juga diperkenankan untuk memberikan saran mau pun kritikan. [nm/suf]






