Bangkalan (beritajatim.com) – Sidang paripurna DPRD Bangkalan yang membahas jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi mendadak menjadi sorotan. Dalam forum resmi tersebut, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan diduga tampak kurang fokus, bahkan terlihat tertidur dan bermain ponsel saat sidang berlangsung.
Sorotan keras disampaikan Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhurrosi. Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan keseriusan birokrasi dalam menyikapi forum penting yang membahas arah pemerintahan daerah.
“Hari ini kita paripurna mendengarkan jawaban pandangan umum fraksi dari teman-teman DPRD yang disampaikan Bupati. Ada banyak masukan dari fraksi yang ada di lembaga ini untuk disampaikan kepada pemerintah daerah, agar pemerintahan ke depan ini lebih baik lagi,” ujarnya.
Menurutnya, sidang paripurna bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk menyerap masukan, kritik, dan evaluasi dari DPRD yang harus diperhatikan secara serius oleh pemerintah daerah.
“Kalau di momen-momen seperti ini kemudian banyak OPD yang gagal fokus, ya bagaimana Bupati bisa menjalankan pemerintahan lebih baik. Karena yang lebih dominan menjalankan pemerintahan ini adalah OPD. Bupati hanya mengambil kebijakan, yang menjalankan adalah OPD,” tegasnya.
Fadhurrosi juga melontarkan peringatan terbuka kepada seluruh OPD agar lebih menghormati forum resmi DPRD.
“Saya imbau kepada seluruh OPD di Kabupaten Bangkalan, kalau sekiranya capek atau ngantuk, silakan gantikan ke orang lain. Paripurna bukan tempat tidur, tapi paripurna adalah tempat untuk bagaimana kita mengambil kebijakan dan keputusan,” katanya.
Ia bahkan meminta Bupati Bangkalan untuk memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang dinilai tidak serius mengikuti jalannya sidang.
“Yang pasti Bupati harus memberikan sanksi, karena OPD ini bawahan dari Bupati. Kalau capek, tidak usah hadir, tidur di rumah,” tambahnya.
Dalam sidang tersebut, sorotan juga mengarah kepada Sekretaris Daerah (Sekda) yang disebut ikut terlihat tidak fokus. Hal ini menjadi perhatian karena posisi Sekda merupakan pejabat tertinggi di kalangan ASN yang seharusnya memberi teladan dalam forum resmi.
Menanggapi hal itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa sidang paripurna merupakan momentum penting yang tidak boleh dianggap sepele.
“Ini momentum penting, bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat, dan ini juga bagian dari penilaian. Jadi hasil kegiatan hari ini sebetulnya harus dipertanggungjawabkan secara moral bahkan secara hukum,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh hasil pembahasan harus disimak dan dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.
“Ke depan ini harus betul-betul menjadi perhatian bagi semua pihak, baik KPD maupun siapa pun yang ada kaitan dengan kegiatan ini, untuk kemudian betul-betul dilaksanakan hasil rekomendasi dan penilaian dari teman-teman dewan,” jelasnya.
Terkait dugaan pejabat yang tertidur saat sidang berlangsung, Bupati memastikan akan memberikan teguran keras.
“Kita akan berikan peringatan keras supaya ini menjadi perhatian. Ini momentum dan hal yang sangat penting untuk disimak dan dilaksanakan. Enggak bagus juga, enggak beretika juga menurut saya,” tegasnya.
Bahkan dengan nada santai, ia sempat menyinggung kejadian tersebut.
“Kalau tidur, nanti tak bangunin saja,” ucapnya. [sar/beq]






