Malang (beritajatim.com)– Mirta Khairunnisa memulai perjalanannya setelah mendapat gelar sarjana arsitek.
Lulusan Universitas Indonesia ini mendapatkan pekerjaan pertama sebagai desain arsitektur di sebuah firma dalam kurun waktu dua tahun.
Kemudian, pada tahun 2022, Mirta terpilih untuk mengikuti program Apple Developer Academy karena minatnya di bidang desain, inovasi dan teknologi.
“Di akademi ini, saya mengembangkan aplikasi Tracco dengan fokus pada sustainabilitas, menjabat sebagai Product Designer yang mengatur antarmuka pengguna (UI/UX). Saya bertransisi dari Arsitektur ke UI/UX untuk mengembangkan Tracco menjadi sebuah platform yang bisa bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” kata dia.
Baca Juga: Tracco, Fokus Tracking Emisi Karbon Hingga Waste Management
Setelah itu, Mirta dan Tracco menjadi salah satu dari lima tim terpilih yang diseleksi dari 39 tim yang tersebar dari daerah BSD, Surabaya, dan Batam yang berpartisipasi dalam program Apple Developer Academy 2nd year Catalyst program.
“Program ini bertujuan untuk menjadikan Tracco sebagai bisnis yang berkelanjutan dan mempersiapkan para founders untuk memasuki ekosistem startup. Dalam program ini, saya berperan sebagai CEO dan bertanggung jawab utama pada bidang Product dan Partnership,” imbuh perempuan yang juga bekerja sebagai UI/UX Designer di sebuah perusahaan consumer goods dan logistik di Jakarta ini.
Dalam membangun usahanya, Mirta kerap mendapatkan berbagai tantangan. Utamanya, dirinya sendiri yang bertransformasi menjadi founder dari yang sebelumnya menjadi UI/UX designer.
“Sebenarnya banyak kesinambungan ilmu dari arsitek ke product designer (ui/ux), apalagi Arsitektur banyak belajar tentang sustainabilitas juga. namun untuk menjadi founder dan CEO dari background tersebut saya masih perlu banyak belajar, terutama dari segi bisnis & partnership. Ditambah iklim keberlangsungan startup memaksa kami para founder untuk lebih kreatif dalam mengkreasikan product dan model bisnis,” papar dia.
Meski demikian, Mirta mengaku sangat senang menjalani kehidupannya sebagai founder.
“Sangat suka dalam bertemu orang baru, menggali keresahan dari pengguna, dan berkomunikasi untuk menemukan ide mengenai apa yang Tracco bisa bantu ke masyarakat dan lingkungan,” kata perempuan berusia 25 tahun ini.
“Saya juga ingin putting Tracco on the map, to be known within the sustainable community and eventually Nationwide, agar Tracco bisa berjalan menjadi bisnis yang sustainable, profitable, dan serviceable,” kata perempuan kelahiran 1998 ini.
Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada anak muda agar tak takut mengambil resiko dan mencoba hal yang baru.
“Berani untuk sukses, berani untuk gagal juga. Coba untuk selalu ambil kesempatan yang ada di depan kita, karena kita tidak akan tahu kalau belum dicoba. Jangan ragu untuk bertanya kepada semua orang yang lebih berpengetahuan atau lebih berpengalaman,” tandas dia. (ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
==========
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






