Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melanjutkan komitmennya dalam memajukan sektor perdagangan hewan dengan berencana membangun atap permanen untuk para pedagang sapi di Pasar Hewan Dimoro. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, serta memperkuat posisi pasar sebagai salah satu sentra perdagangan sapi terbesar di Jawa Timur.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menyampaikan bahwa pembangunan atap ini menjadi prioritas dalam proyek revitalisasi pasar. “Pembangunan atap ini bagian dari upaya kami memberikan kenyamanan lebih bagi para pedagang sapi,” ujar Syauqul Muhibbin pada Jumat (12/9/2025).
Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu menambahkan bahwa dengan fasilitas yang lebih memadai, Pasar Hewan Dimoro diharapkan bisa menjadi sentra perdagangan baru yang lebih modern. Sehingga diharapkan Pasar Dimoro bisa menjadi pasar hewan terpadu untuk menunjang aktivitas jual beli di wilayah Blitar dan sekitarnya.
“Ini kita sedang usahakan agar di Pasar Dimoro itu bisa terpasang atapnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Pasar Hewan Dimoro telah direvitalisasi pada tahun 2023 dengan anggaran sekitar Rp3 miliar dari APBD. Proyek tersebut mencakup pembangunan patok tempat penambatan sapi, kios, musala, dan landasan yang lebih baik. Namun, selama ini, atap pasar masih menggunakan paranet atau jaring-jaring seadanya.
Untuk mewujudkan pembangunan atap ini, Pemkot Blitar berencana mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat. “Saat ini atapnya masih menggunakan paranet. Kami akan mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat,” jelas Syauqul Muhibbin.
Pasar Hewan Dimoro saat ini memiliki kapasitas yang sangat besar, mampu menampung hingga 750 ekor sapi. Dengan adanya pembangunan atap permanen, diharapkan aktivitas jual beli menjadi lebih nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli. Kondisi ini tentunya akan semakin mengukuhkan Pasar Hewan Dimoro sebagai salah satu pasar hewan terpenting dan terbesar di Jawa Timur. [owi/beq]






