Surabaya (beritajtim.com) – Beberapa waktu lalu, dunia sempat dihebohkan dengan terciptanya mata kuliah khusus Taylor Swift di New York University. Tidak berhenti sampai disitu, kini berganti nama Harry Styles yang diresmikan sebagai mata kuliah khusus oleh Texas State University.
Kurikulum tersebut bernama “Harry Styles and the Cult of Celebrity” Identity, the Internet, and European Pop Cultur” (Harry Styles dan Kultus Selebritas: Identitas, Internet, dan Budaya Pop Eropa).
Alih-alih melakukan fangirling dan fanboying bersama, para murid akan mempelajari secara tentang karir dan karya Harry Styles, lalu kultus para penggemarnya, bagaimana penyanyi dan aktor 28 tahun tersebut memberi pengaruh untuk dunia.
Bahkan disebutkan mengenai perkembangan budaya dan politik selebritas modern terkait isu gender dan seksualitas, ras, kelas, bangsa dan globalisme, media, mode, budaya penggemar, budaya internet, dan konsumerisme.
Materi yang akan diakan diberikan mulai dari album One Direction maupun proyek solo Harry, film yang ia bintangi, hingga seni yang terinspirasi darinya. Mulai dibuka pada musim semi tahun 2023 mendatang, mata kuliah ini akan dipegang oleh Louie Dean Valencia, seorang professor sejarah digital di universitas tersebut
Valencia sendiri telah membenarkan kabar tersebut, ia juga mengungkapkan rasa senangnya mendapat kesempatan untuk mengajar mengenai sejarah Harry Styles.
“Saya selalu ingin mengajar kelas sejarah yang menyenangkan, tetapi juga mencakup periode yang telah dijalani dan dihubungkan dengan siswa,” kata Dr. Louie Dean Valencia kepada NBC New York.
Ia juga merasa bahwa kurikulum ini akan sangat dekat dengan kehidupan mahasiswa, sehingga penting bagi kaum muda untuk melihat apa yang penting bagi mereka tercermin dalam pembelajaran mereka.
Menariknya lagi, Valencia ternyata merupakan penggemar berat dari pelantun As It Was ini. Ia mengungkap apa alasan dibalik terbentuknya kelas Harry Styles, salah satunya lantaran pembicaraan dengan mahasiswanya tentang Harry Styles.
[berita-terkait number=”3″ tag=”musik”]
“Saya sampai tak bisa bilang berapa banyak obrolan saya bersama siswa selama dua tahun terakhir. Dimulai dari kecintaan terhadap musik Harry, tetapi dengan cepat beralih ke topik sosial yang lebih besar, dari gender, seksualitas, ras, kontrol senjata, hingga isu sustainibilitas karena seni yang dibuat Harry,” kata dia.
Selain itu, Valencia juga yakin bahwa seniman dan sastrawan seperti The Beatles, Billie Holiday, dan Shakespeare bisa menjadi cara baru bagi banyak orang untuk membuka wawasannya.
Harry Styles sendiri memang bukan musisi sembarangan, karyanya yang sukses menghasilkan prestasi yang luar biasa pula. Penggemarnya pun tersebar di seluruh dunia, sehingga tak heran jika ia akan menjadi sosok legendaris yang bersejarah. (mnd/ian)






