Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro membongkar total Taman Bengawan Solo (TBS) pada 2022. Sejumlah pedagang makanan maupun pasar burung yang ada di kawasan tersebut sehingga tergusur.
Pedagang makanan yang ada di TBS sebagian pindah ke Pasar Wisata yang ada di Kelurahan Banjarejo. Termasuk pasar burung yang sebelumnya dekat dengan pusat kota dan pasar tradisional juga dipindah ke lokasi terbuka di depan Pasar Wisata.
Pasar Burung yang dibangun dan diresmikan pada November 2022 itu diberi nama Pasar Burung Buana Lestari. Namun, sejak diresmikan dan ditempati hingga kini sepi pengunjung. Meski begitu, penjual burung kicauan masih bertahan.
Ketua Paguyuban Pasar Burung Buana Lestari Eko Wahyudi mengatakan, sepinya pengunjung menurutnya, dimungkinkan masih banyak masyarakat yang asing dengan pasar burung berjarak sekitar 2,5 kilometer dari pusat kota itu. “Karena mungkin pasar ini masih baru. Baru sekitar satu tahun ini,” ujarnya, Selasa (14/5/2024).
Menurut Yudi sapaanya, sepinya Pasar Burung Buana Lestari sekitar setahun belakangan ini, berdampak pada penurunan pendapatan pedagang burung kicau maupun pakan. Hal itu, jika dibandingkan dengan pendapatan saat masih di TBS.
“Sebab, pasar burung lama di TBS itu lebih ramai pengunjung. Semua masyarakat sudah akrab. Lokasinya juga di pusat kota,” jelasnya.
Yudi tak menjelaskan secara rinci berapa presentase perbandingan pendapatan antara para pedagang yang membuka lapak di TBS dengan mereka yang membuka lapak di pasar Burung Buana Lestari. “Transaksi ekonomi masih ada, meski tidak seberapa besarnya. Bagi kami, itu nampak wajar. Istilahnya, kami ini sedang merintis lagi,” tuturnya.
Untuk diketahui, para pedagang di Pasar Burung Buana Lestari ini sebagian besar merupakan pedagang pasar burung lama di TBS. Mereka harus meninggalkan pasar burung lama tersebut sebab terkena dampak pembangunan TBS yang dialihfungsikan sebagai ruang terbuka hijau. [lus/kun]






